Empat Warga Tertimbun Longsor di Pacitan

158
Ilustrasi bencana longsor./Foto: Dok: CDN.

PACITAN – Empat warga yang masih satu keluarga, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dilaporkan tertimbun longsor. Bencana longsor menimpa pemukiman di kampung mereka, pada Jumat (7/12/2018) malam.

Informasi dari sumber warga, maupun Dandim 0801/Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, Sabtu (8/12/2018) pagi, menyebut, upaya evakuasi sempat dilakukan. Namun, kondisi tanah dan material longsor yang masih labil, memaksa warga dan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, warga dan relawan, memilih untuk menghentikan proses pencarian secara sementara.

Keempat warga satu keluarga yang dilaporkan hilang adalah, Mesgiman dan istrinya yang bernama Sogirah, Inem serta Bogiyem (mertua Mesgiman). Mereka diketahui berada di dalam rumah, saat tebing di belakang rumah mereka tiba-tiba ambrol dan mengubur sebagian besar bangunan tempat tinggal Mesgiman.

“Tim gabungan penanggulangan bencana bersama relawan pagi tadi sudah tiba di lokasi dan mencoba memanggil para korban dari luar (rumah) namun tidak ada jawaban. Tim juga sudah mencoba masuk, tapi karena tanah masih labil dan terus bergerak, upaya evakuasi sementara dihentikan,” kata Aristoteles.

Langkah mitigasi yang dilakukan tim penanggulangan bencana, harus tetap memperhatikan keselamatan regu penyelamat. “Dihentikan untuk meminimalkan korban, serta keselamatan personel di lapangan. Nanti akan dilanjutkan apabila kondisi sudah aman,” katanya.

Selain longsor yang terjadi di Desa Sidomulyo, tepatnya di RT 002 RW 002, Dusun Jambu, juga terjadi banjir di wilayah Kebonagung. Luapan air menutup akses Jalan Lintas Selatan (JLS) di wilayah Kebonagung. Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Pacitan, juga menyebabkan bangunan rumah penduduk, fasilitas umum seperti puskesmas di Kebonagung ikut terendam banjir. Beruntung para pasien puskesmas, dapat secepatnya dievakuasi ke RSUD dr Darsono Pacitan.

Ratusan warga juga telah mengungsi mencari tempat aman, mengantisipasi kejadian banjir besar, sebagaimana terakhir terjadi pada akhir November 2017 silam. Diperkirakan Jumat (7/12/2018) pukul 16.20 WIB, air mulai masuk ke pemukiman warga di Desa Purwoasri, Desa Kayen, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.

Luapan air bah yang memicu banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Kebonagung itu, disebut warga berasal dari Sungai Jelok, yang membelah wilayah tersebut menjadi dua. Salah satu sisi tanggul sungai dilaporkan jebol, akibat besarnya debit air yang datang, sehingga akhirnya meluber ke pemukiman warga.

Bupati Pacitan, Indartato, memastikan pihaknya, melalui dinas terkait, akan melakukan pembenahan tanggul jebol di Sungai Jelok. “Kami bersama jajaran OPD terkait, khususnya BPBD sudah terjun ke lokasi guna membantu proses evakuasi warga yang terisolir banjir. Nanti kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk secepatnya membenahi tanggul yang jebol dari anak Sungai Grindullu ini,” kata Indartato.

Kondisi hingga Sabtu pagi, banjir di kawasan Kebonagung dikabarkan sudah mulai surut. Di kawasan Purwoasri, Kebonagung, banjir sudah surut dan menyisakan kondisi jalan yang tertutup lumpur sepanjang 300 meter. Kondisi jalan cukup licin dan membahayakan pengendara. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...