Enam Desa di Kecamatan Sumur Belum Tersentuh Bantuan

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho -Foto: M Hajoran

JAKARTA – Hingga hari ketiga pascatsunami yang melanda Selat Sunda, enam desa di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, masih terisolasi dan belum tersentuh bantuan.

“Daerah terdampak belum semua bisa dijangkau, khususnya Kecamatan Sumur, karena akses putus, banyak jalan rusak dan jembatan rusak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/12/2018).

Ada tujuh desa di Kecamatan Sumur, dari tujuh desa tersebut yang baru bisa dijangkau bantuan adalah Desa Tamanjaya, namun baru dua dusun yang dapat dijangkau tim gabungan, yaitu Dusun Paniis dan Tanjung Male, sementara enam desa yang belum tersentuh masih memerlukan bantuan.

Ke enam desa yang masih membutuhkan bantuan tersebut, yaitu Desa Cigorondong, Kertajaya, Sumberjaya, Tunggajaya, Ujungjaya dan Kertamukti.

Dia mengatakan, desa-desa yang terisolasi tersebut karena terdampak tsunami, sehingga akses transportasi terputus, sehingga akses personel untuk evakuasi terhambat.

“Dalam kondisi normal saja, akses transportasi di daerah tersebut rusak, apalagi saat bencana seperti ini,” kata Sutopo.

BNPB mencatat, hingga Selasa pukul 13.00 WIB korban jiwa akibat tsunami di Selat Sunda mencapai 492 orang. BNPB juga mencatat hingga hari ketiga pascatsunami Selat Sunda, sebanyak 1.485 orang luka-luka, 154 hilang dan 16.082 orang mengungsi akibat tsunami pada Sabtu (22/12) malam tersebut.

Tsunami berdampak pada lima kabupaten, yaitu Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten, serta Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus Provinsi Lampung.

Dari lima kabupaten tersebut, dampak terparah dialami Kabupaten Pandeglang, tercatat 290 orang meninggal, 1,143 orang luka-luka, 77 hilang dan 14.395 mengungsi.

Lalu di Kabupaten Lampung Selatan, korban jiwa mencapai 108 orang meninggal, 279 luka-luka, 9 orang hilang dan 1.373 orang mengungsi.

Sementara di Kabupaten Serang, tercatat 29 orang meninggal, 62 luka-luka, 68 hilang dan 83 orang mengungsi. Di Pesawaran satu korban jiwa, satu luka-luka dan 231 mengungsi. Sedangkan di Tanggamus terdata satu orang meninggal. (Ant)

Lihat juga...