hut

Ernest Prakasa Uji Kelucuan Film Milly & Mamet

Editor: Makmun Hidayat

Ernest Prakasa - Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA — Ernest Prakasa, sosok yang cukup fenomenal dalam dunia hiburan. Setelah sukses menjadi komika, Ernest mengepakkan sayap kreativitas di dunia perfilman.

Tak hanya menjadi pemain dan penulis skenario, Ernest juga sutradara film yang cukup diperhitungkan. Terbukti ia berulangkali meraih penghargaan Penulis Skenario Terbaik.

Menggarap ‘Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga’, Ernest punya taktik dan strategi tersendiri dibanding film-film garapan sebelumnya: Ngenest (2016), Cek Toko Sebelah (2017), Susah Sinyal (2018), yakni tes screening untuk menguji kelucuan film Milly dan Mamet.

“Dalam film Milly dan Mamet, kita melakukan tes screening yang dilakukan ke beberapa orang untuk dapat berbagai komentar,“ kata Ernest Prakasa dalam acara press screening ‘Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga’di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).

Lelaki kelahiran Jakarta, 29 Januari 1982, itu membeberkan perihal tes screening ‘Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga’ yang dilakukan sebelum press screening untuk kalangan khusus wartawan.

“Kita punya waktu untuk tes screening, jadi kita melakukan tes screening itu yang enggak pernah gue lakuin sebelumnya,” beber artris yang mulai dikenal sejak meraih peringkat ketiga dalam acara Stand-Up Comedy Indonesia (SUCI) pada 2011, dimana ia menjadikan pengalamannya didiskriminasi sebagai keturunan Tiongkok di Indonesia sebagai materi komedi tunggal.

Ernest menyebut, sebanyak sepuluh orang dipilih untuk menonton lebih dulu film Milly dan Mamet sebelum dirilis. “Kita juga akan menerapkan hal serupa untuk film-film selanjutnya yang kita garap,“ ungkapnya.

Hal itu, lanjut Ernest, dilakukan dengan berbagai pertimbangan matang sebagaimana kematangan penggarapan film-filmnya.

“Dari tes screening itu hasilnya signifikan banget, ending-nya ada yang kita ubah, jokes ada yang diubah. Kalau enggak ketawa banget, orang cuma cengengesan, buang saja adegannya,” paparnya.

Ernest berharap film ‘Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga’ mendapat sambutan baik dari masyarakat. “Semoga dapat diterima dengan baik, segala apa yang telah kita kerjakan, dan semoga film ini juga menyusul kesuksesan film-film kita sebelumnya,“ pungkasnya penuh pengharapan.

Film ‘Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga’ merupakan spin-off Ada Apa Dengan Cinta karena Milly dan Mamet memang, dua teman sekolah Cinta (Dian Sastro) dulu. Dimana karakter Milly yang menggemaskan masih diperankan oleh Sissy Prescillia dan begitu juga dengan karakter Mamet yang lugu diperankan Dennis Adishwara, yang kemudian keduanya menikah dan memiliki satu anak.

Sebagaimana kehidupan rumah tangga pada umumnya, rumah tangga Milly dan Mamet juga teruji saat Mamet ingin mengejar impiannya menjadi seorang chef. Suka duka dalam rumah tangga memang pasti dilalui pasangan suami-istri, yang memang harus tabah menjalaninya.

Film produksi kerjasama Starvision dan Miles Films ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 20 Desember 2018.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com