Fapet UB Kembangkan Imbuhan Pakan Bebas Antibiotik

Editor: Kokok Triarko

Anggota Pusat Kajian Tropical Poultry Research and Technologi UB menunjukkan produk UB Feed. -Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Pusat Kajian Tropical Poultry Research and Technologi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, terus mengembangkan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang berasal dari daging dan telur unggas, baik ras maupun buras. Termasuk memproduksi imbuhan pakan bebas antibiotik ‘UB Feed’.

Salah satu anggota, Dr. Muhammad Halim Natsir, S.Pt, MP., menyampaikan, selama ini jika membahas mengenai unggas, pasti berbicara terkait antibiotik. Padahal, antibiotik tersebut erat hubungannya dengan residu di dalamnya, yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

“Untuk itu, kami memproduksi imbuhan pakan unggas UB Feed yang aman untuk ternak dan aman bagi manusia yang mengkonsumsi,” ujarnya, Senin (10/12/2018).

Halim menjelaskan, UB Feed merupakan pakan imbuhan ayam petelur dan ayam pedaging, yang mengandung asam amino esensial, multi vitamin, mikromineral seimbang, acidifier, probiotik dan fitobiotik. Diformulasikan dalam rangka mengatasi kendala performa produksi, baik ayam petelur atau ayam pedaging pascadilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP).

“Tahun ini kita baru memproduksi dua jenis, yakni untuk ayam petelur dan pedaging. Produk ini sudah dipastikan terbebas dari residu antibiotik,” akunya.

Menurutnya, UB Feed merupakan hilirisasi gabungan dari beberapa penelitian yang dikombinasikan menjadi satu formula. Dalam kurun waktu tujuh bulan, sudah diproduksi sekitar hampir 150 ton UB Feed.

“UB Feed bukan merupakan makanan utama, tetapi hanya sebagai makanan tambahan. Sehingga penggunaannya cuma sedikit,” ucapnya.

Dosis pemakaian UB Feed untuk ayam pedaging (Broiler) 3-5 kilogram per ton pakan. Sedangkan untuk ayam petelur, satu kilogram per 200-250 kilogram pakan.

Dikatakan Halim, UB Feed nantinya akan menggantikan antibiotik pada ayam, sehingga peternak tidak perlu ragu lagi dengan adanya larangan penggunaan antibiotik.

“Dengan produk ini, Indeks Produksi (IP) dari ayam pedaging bisa meningkat, dari sekitar 325 bisa menjadi 350. Begitu pula dengan Hen Day Production (HDP) ayam petelur, juga meningkat. Jika puncak produksi pada umumnya sekitar 92-93, dengan produk ini bisa meningkat sampai 95,” ungkapnya.

Sementara harga UB Feed untuk ayam pedaging, Rp25 ribu, dan untuk ayam petelur RP17 ribu per kilogram. “Hadirnya produk UB Feed ini juga bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak kita di masa yang akan datang, dari penggunaan AGP yang membahayakan,” pungkasnya.

Lihat juga...