Fasilitas Memadai Pelabuhan Bakauheni, Beri Kenyamanan Ibu Menyusui

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Membludaknya arus libur Natal 2018 dan Tahun Baru (Nataru) 2019 terlihat dari antrean calon penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Sejumlah penumpang pejalan kaki di antaranya merupakan penumpang ibu menyusui.

Antisipasi penumpang pejalan kaki terutama para wanita dan anak anak,  PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyiapkan fasilitas ruang ibu menyusui atau laktasi dan ruang pelayanan bayi.

Siti Aminah (39), salah satu calon penumpang asal Bandarlampung tujuan Jakarta, mengaku menggunakan ruang ibu dan anak. Ruang cukup nyaman tersebut berada tepat di belakang loket penjualan tiket pejalan kaki.

Sejumlah fasilitas diakuinya meliputi tempat tidur bayi, tempat duduk, lemari pendingin, air panas. Ruangan tersebut menurut Siti Aminah cukup nyaman bagi dirinya yang memiliki anak usia empat bulan.

Siti Aminah menyebut, ia diarahkan oleh petugas loket untuk menggunakan fasilitas ruangan pelayanan bayi. Memanfaatkan waktu menunggu pelayanan kapal, ia menyebut, bertepatan dengan waktu pemberian Air Susu Ibu (ASI).

Keberadaan ruangan menyusui atau laktasi tersebut diakuinya sangat membantu bagi seorang ibu seperti dirinya yang membutuhkan ruangan khusus sekaligus memberi ruang privasi bagi dirinya.

Siti Aminah salah satu ibu yang membawa serta anak usia empat bulan menggunakan fasilitas ruang menyusui – Foto Henk Widi

“Privasi bagi saya sangat penting selama proses menyusui terutama kenyamanan, sehingga anak saya tetap mau minum ASI sebelum naik ke kapal,” terang Siti Aminah, salah satu calon penumpang kapal yang menggunakan ruang laktasi, saat ditemui Cendana News, Sabtu (22/12/2018).

Lokasi yang cukup strategis berada di dekat loket pembelian tiket, membuat ia bisa menggunakan waktu menyusui. Mengajak serta anak perempuan yang berusia sepuluh tahun juga membuat ia memiliki waktu beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Waktu memberikan ASI dalam perjalanan merupakan pengalaman pertama kali. Ia juga bisa sekalian menggunakan waktu untuk mengganti popok. Ia juga bisa menggunakan waktu untuk mengganti baju bagi anaknya yang berkeringat selama perjalanan.

Umar Syarif, salah satu petugas dari PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry mengaku, fasilitas tersebut sudah disediakan sejak tiga tahun silam. Ruang laktasi di pelabuhan tersebut diakuinya kerap digunakan oleh sejumlah ibu yang memiliki anak kecil dan balita.

Ruangan yang dipersiapkan untuk memberi kenyamanan dan keamanan para ibu serta buah hatinya. Sejumlah permainan edukatif bagi anak anak juga kerap dimanfaatkan saat arus libur panjang,

“Saat banyak ibu yang membawa anak-anak kecil dan menyusui, kerap saya arahkan ke ruang laktasi, sementara suami bisa menunggu di luar,” terang Umar Syarif.

Selain pelayanan bagi ibu menyusui dan membawa anak, membludaknya penumpang saat liburan Nataru membuat prioritas diberikan pada perempuan dan anak anak. Saat membeli tiket penumpang pejalan kaki, sejumlah perempuan dan anak anak diberi kesempatan menunggu di ruang tunggu dan pembelian tiket dilakukan oleh wakil rombongan.

Menghindari penumpang berdesakan saat akan menuju ke kapal di ruang penyerahan tiket elektronik, prioritas bagi orang lanjut usia dan ibu membawa anak juga diberikan.

Sejumlah petugas disebut Umar Syarif dengan sigap akan mengarahkan penumpang perempuan, anak anak pada jalur khusus. Langkah tersebut dilakukan agar orangtua yang membawa anak tidak terpisah dalam perjalanan menuju ke kapal melalui gangway.

Selain jalur khusus tersebut ia mengungkapkan ada juga jalur khusus untuk penyandang disabilitas. Fasilitas kursi roda bahkan disiapkan untuk mengantar penumpang yang akan menuju ke kapal.

Pelayanan bagi penumpang dengan fasilitas memadai tersebut diakui oleh salah satu penumpang lain bernama Arnita (38).

Ia menyebut, pelayanan bagi perempuan di Pelabuhan Bakauheni sangat memadai. Wanita yang mengajak serta sang ibunda tersebut juga menyebut adanya fasilitas kursi roda di pelabuhan sangat mendukung pelayanan bagi penumpang. Termasuk keberadaan tangga berjalan (eskalator) di dermaga eksekutif pelabuhan Bakauheni.

“Fasilitas untuk perempuan dan anak serta lansia sudah sangat menunjang, namun penggunaan ruang elektronik membuat pelayanan lebih lama,” beber Arnita.

Selama angkutan Nataru, pelayanan kepada penumpang terutama perempuan dan anak-anak juga dilakukan oleh Polres Lamsel dalam operasi lilin Krakatau 2018. Sejumlah polisi wanita (polwan) dan personrl polisi dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni bahkan ikut membantu penumpang.

Beberapa personel polisi bahkan membantu penumpang yang membawa serta anak anak dan perempuan saat akan menuju ke kapal.

Lihat juga...