Formapp Mabar Tidak Setujui Kenaikan Tarif TNK

Editor: Mahadeva WS

LABUAN BAJO – Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar) menolak wacana kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK). Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Lasikodat mengumumkan, tarif masuk TNK naik sebesar USD 500.

Ketua Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar) Rafael Tadowela.Foto : Ebed de Rosary

“Formapp Mabar meminta Gubernur NTT melakukan siaran pers mencabut pernyataan wacana kenaikan tarif ke TNK sebesar USD 500 atau 500 dolar Amerika,” tegas ketua Formapp Mabar, Rafael Tadowela, Minggu (16/12/2018).

Kepada Cendana News, Rafael mengatakan, pihaknya meminta Gubernur NTT untuk membuat pernyataan sikap, mengimbau wisatawan untuk tidak membatalkan perjalanannya ke TNK. “Gubernur juga harus menghimbau wisatawan agar tidak perlu merasa ragu dan khawatir dengan isu kenaikan tarif ini, sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah,” sebutnya.

Gubernur NTT juga diminta menyebut secara resmi melalui media, bahwa wacana kenaikan harga tiket harus melalui kajian. Dalam hal ini, kajian yang melibatkan masyarakat dan stake holder pariwisata. “Akibat pernyatan Gubernur NTT, wisatawan yang telah melakukan pemesanan paket wisata ke komodo melalui travel agency membatalkan kunjungannya, Gubernur harus bertanggung jawab soal ini,” sebutnya.

Formapp juga meminta Gubernur NTT untuk meminta maaf kepada semua wisatawan yang telah membatalkan kunjungan ke Pulau Komodo-Labuan Bajo dan Flores. Formapp menilai, rencana kenaikan tiket yang di wacanakan sangat merugikan pelaku wisata yang ada di kabupaten Manggarai Barat. Sementara, wisatawan asing menilai, kenaikan tersebut sangat tidak rasional. Hal itulah yang mendorong mereka, membatalkan kunjungannya ke TNK.

Dari wacana kenaikan tiket di TNK, banyak pihak yang akan dirugikan. Seperti kapal wisata local, yang selama ini mengharapkan tamu wisatawan asing berkantong tipis. “Banyak pelaku wisata Manggarai Barat yang di rugikan. Wacana kenaikan tarif di TNK dari Rp350.000 ke Rp7.500.000 adalah sesuatu hal yang dilakukan tanpa kajian mendalam sehingga tidak jelas penggunaanya untuk apa saja,” tandasnya.

Rafael mendesak, dilakukan pembenahaan sistem manajemen keuangan di TNK. Pengelolaannya harus  lebih terbuka atau transparan.

Gubernur NTT, Viktor Lasikodat, mengaku, tetap mempertahankan keinginannya untuk menaikan tiket menjadi USD 500. Wisatawan juga bisa melihat keindahan alam lainnya di TNK, seperti Pink Beach serta keindahan pulau lainnya. “Biayanya harus USD 500, sebab komodo hanya ada di tempat ini. Kita mau lihat gajah di Bhutan saja harus merogoh kocek USD 250. Masa mau lihat komodo yang merupakan binatang langka saja harus bayar lebih murah,” ungkapnya.

Dengan besarnya tarif tersebut, setiap wisatawan ikut memberikan sumbangan bagi konservasi. Ini juga sebagai salah satu bentuk kecintaan wisatawan kepada lingkungan hidup dan alam,” sebutnya.

Lihat juga...