Fraksi di DPRD Balikpapan Sepakat Bahas Dua Raperda Inisiatif

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

158

BALIKPAPAN — Dua Rancangan Peraturan Daerah inisiatif DPRD Balikpapan disepakati oleh tujuh Fraksi untuk dijadikan Peraturan Daerah. Yakni tentang tanggung jawab sosial perusahaan dan pengurangan sampah plastik.

Disepakatinya dua raperda tersebut menjadi Perda terkemuka pada Penyampaian Jawaban Fraksi-fraksi DPRD Kota Balikpapan atas Pandangan Umum Wali Kota Terhadap Raperda inisiatif DPRD tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, serta pengurangan penggunaan kantong plastik, di ruang Paripurna DPRD Balikpapan.

Juru bicara fraksi Golkar inklub PBB, Sjahruddin Side mengungkapkan, fraksinya mendukung raperda tersebut dijadikan perda terutama raperda tanggung jawab sosial perusahaan dan lingkungan yang belum maksimal.

“Perlu dibuatkan raperda untuk mengatur hal itu. Sehubungan penggunaan kantong plastik. Agar dapat menekan, perlu kerjasama oleh semua pihak,” katanya Jumat, (7/12/2018).

Sama halnya dengan Fraksi PDI Perjuangan yang juga sepakat terhadap raperda tersebut dan akan melakukan pendampingan pembahasan dua raperda tersebut, termasuk yang berkaitan dengan dasar hukumnnya.

“Status hukum yang masih kami pertanyakan, hal ini terkait masalah lingkungan. Terutama sampah kantong plastik yang membahayakan bagi kesehatan,” sambung juru bicara Fraksi PDIP, Abdul Yazid.

Hal yang sama juga dikatakan juru bicara Fraksi Gerinda yang disampaikan Aminuddin yang juga mendukung kedua raperda itu, karena belum ada yang mengatur Coorporate Social Responbility (CSR) perusahaan dan di lingkungan tempat dimana perusahaan tersebut berusaha.

“Fraksi kami meminta agar adanya ketegasan dari pemimpin terkait sampah plastik ini, serta peran masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mengurangi sampah plastik,” tandasnya.

Fraksi Hanura melalui juru bicaranya Simon Sulean berharap, kedua raperda tersebut segera disahkan menjadi perda. Hanya saja pihaknya meminta agar program CSR perusahaan harus transparan sehingga berdaya guna bagi kepentingan masyarakat.

“Kami menyetujui dengan catatan pemkot harus mencari solusi pengganti kantong plastik,” imbuhnya.

Menanggapi raperda yang merupakan inisiatif dari DPRD Balikpapan Wali kota Balikpapan Rizal Effendi menilai kebijakan tersebut bermanfaat untuk kesehatan dan kualitas lingkungan hidup. Apalagi plastik merupakan jenis sampah yang tidak ramah terhadap alam.

“Kami tentu mendukung raperda yang dibuat inisiatif dewan. Plastik itu perlu waktu yang sangat lama agar bisa terurai dan jika bereaksi dengan zat tertentu, maka akan membahayakan kesehatan,” bilang Rizal Effendi.

Dengan akan diterbitkan regulasi dalam pengurangan sampah, maka sosialisasi dan edukasi ke masyarakat tentang bahaya terhadap sampah plastik terus digencarkan.

Baca Juga
Lihat juga...