Gagasan Kenaikan Tarif TNK Dinilai Tidak Realistis

Editor: Mahadeva WS

MAUMERE – Gagasan Gubernur NTT, Viktor Lasikodat, mengenai kenaikan tarif bagi wisatawan asing yang akan berkunjung ke Taman Nasional Komodo (TNK) tidak realistis dan sangat memberatkan.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) provinsi NTT, Agustinus Bataona. Foto : Ebed de Rosary

“Mencermati gagasan gubernur tersebut, kami dari HPI NTT menilainya tidak realistis. Tarif bisa dinaikkan, namun realistis dan gradual, sambil otoritas Taman Nasional Komodo berbenah,” tegas Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTT, Agustinus Bataona, Minggu (16/12/2018).

Dikatakan Agus, wacana gubernur terapung-apung terlalu lama, dan mendatangkan angin dan arus gelombang pro dan kontra di segala lini. Untuk itu, wacana tersebut harus segera dijelaskan kepada masyarakat, khususnya pelaku pariwisata. “Di satu sisi cukup positif, agar pemerintah pusat tahu bahwa selama ini ada yang tidak beres dalam pengelolaan NTK. Misalnya tidak ada transparansi dan akuntabilitas dalam pemasukan dan pengeluaran,” tandasnya.

Agus menyebut, ada ketidakadilan dalam pembagian hasil porsi Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Barat. Hal itu sebagai dampak dari tidak adanya keterbukaan pengelolaan. Perlu dilakukan pembahasan ulang pembagian pendapatan tersebut. “Agar kita tidak terombang ambing dalam gelombang pro dan kontra maka segera gubernur duduk bersama dengan para praktisi pariwisata, tim ahlinya, DPRD dan stakeholder lainnya guna menghasilkan kesepakatan yang holistik. Kesepakatan tersebut diajukan kepada pemerintah pusat,” pintanya.

Lihat juga...