Ganjil Genap Jakarta Diperpanjang

Editor: Mahadeva

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan - Foto Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memperpanjang kebijakan ganjil genap. Pemberlakuan aturan itum, telah dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No.155/2018, tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap.

Anies mengatakan perpanjangan akan dimulai pada 2 Januari 2019. Pergub tersebut akan dikaji setiap tiga bulan. “Sudah, sudah (diteken) Senin (31/12/2018). Jadi, secara reguler setiap tiga bulan akan ada review, tapi bukan aturan yang berlaku tiga bulan, studinya dilakukan setiap tiga bulan,” ungkapnya, Jumat (31/12/2018).

Namun, Pergub yang diteken Anies tidak menjelaskan batas waktu pemberlakuan sistem ganjil-genap. Sebelumnya, penerapan kebijakan tersebut bersifat uji coba, sehingga memiliki batas waktu. “Intinya, kalau peraturan enggak disebut waktunya. Kalau kemarin, memang secara sengaja ada periode waktu, karena periode uji coba,” tambah Anies.

Setiap tiga bulan, Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi kebijakan tersebut. Dalam evaluasinya, dikaji dampak negatif dan positif dari regulasi tersebut. Anies menyebut, pola kebijakan ganjil-genap yang diterapkan, dimungkinkan berubah dengan adanya evaluasi setiap tiga bulan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, mengatakan, usulan perpanjangan aturan ganjil genap di sejumlah ruas jalan protokol di Ibu Kota, bakal ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.  Apabila Anies menandatangani aturan tersebut, maka kebijakan ganjil genap bakal kembali berlaku pada 2 Januari 2019. Bambang mengatakan, tidak menutup kemungkinan aturan tersebut, tidak akan diberlakukan lagi tahun depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko, mengatakan, perpanjangan tersebut mendukung pola pergerakan masyarakat yang telah berjalan ke arah positif. “Kebijakan Ganjil Genap yang sudah diterapkan dari sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 sampai dengan saat ini, telah mengubah pola pergerakan masyarakat di Jakarta ke arah yang positif, sehingga diharapkan agar pola pergerakan tidak kembali ke awal,” ucap Sigit.

Lihat juga...