Gebyar Mozaik Budaya Nusantara

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar Gebyar Mozaik Budaya Nusantara. Kegiatan yang dimeriahkan penampilan Diklat Seni Anjungan Daerah tersebut, diikuti DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Seni Kita Production. 

Musik Doll persembahan Diklat Seni Anjungan Bengkulu TMII, mengawali kemeriahan Gebyar Mozaik Budaya Nusantara, Minggu (16/12/2018). Tangan-tangan mungil bocah terlihat lincah memukul doll, alat musik khas Bengkulu. Alunan irama pukulan doll, saling berpadu menjadi harmonisasi musik yang indah didengar.

Hiburan berlanjut dengan penampilan tari Ranup, persembahan Diklat Seni Anjungan Aceh TMII. Ranup adalah, tarian tradisional Aceh, yang dibawakan oleh para wanita. Tarian ini untuk penghormatan dan penyambutan tamu secara resmi. Ranup dalam bahasa Arab berarti sirih. Tarian ini merupakan pengembangan dari tari Ranup Lampuan.

Penampilan selanjutnya, Tari Anggrek Hutan, persembahan sanggar Borneo Khatulistiwa Diklat Seni Anjungan Kalimantan Barat. Gerak gemulai penari wanita dengan busana warna kuning sangat mempesona. Gerakan tangannya begitu lincah memutur-mutar kipas.

Manager Program Budaya TMII, Ertis Yulia Manikam. Foto : Sri Sugiarti.

Manager Program Budaya TMII, Ertis Yulia Manikam, mengatakan, di Desember 2018 ini, TMII memiliki agenda acara yang dikemas dalam bingkai Pekan Desember, Natal, dan Tahun Baru 2019. Kegiatan dimulai 15 Desember hingga 1 Januari 2019. “Gebyar Mozaik Budaya Nusantara TMII, ini rangkaian penutup Mozaik Budaya TMII  2018. Acara ini juga untuk memeriahkan atau menyambut Pekan Desember, Natal dan Tahun Baru 2019,” kata Ertis kepada Cendana News di sela-sela acara.

Mozaik Budaya TMII, biasa diselenggarakan rutin tiga bulan sekali di sepanjang tahun. Acaranya digelar pada malam hari di panggung Candi Bentar. Kegiatannya menampilkan sanggar dari Diklat Seni anjungan daerah, secara bergantian.  “Tapi khusus di akhir tahun 2018, kita tampilkan pergelaran Gebyar Mozaik Budaya Nusantara, di siang hari dengan konsep berbeda. Dengan penampilan beberapa sanggar diklat seni anjungan yang ada di TMII,” jelasnya.

Tari Ranup, persembahan Diklat Seni Anjungan Aceh TMII pada Gebyar Mozaik Budaya Nusantara di panggung Candi Bentar  TMII, Jakarta, Minggu (16/12/2018). Foto : Sri Sugiarti.

Tujuan acara tersebut, untuk memperkenalkan dan pelestarian ragam tarian daerah, yang dikemas dengan lagu. Acara ini menjadi apresiasi bagi masyarakat yang berkunjung ke TMII, agar lebih mengenal seni budaya yang ada di daerah. Sanggar-sanggar seni yang tampil, merupakan hasil binaan dari diklat seni anjungan yang ada di TMII. Sanggar yang tampil sudah melalui tahapan seleksi, dan memiliki banyak prestasi seni budaya. “Sanggar diklat seni anjungan yang tampil hari ini adalah mereka yang sudah melalui tahap seleksi. Meraih prestasi mewakili tingkat nasional,” tandasnya.

Setelah masyarakat atau pengunjung TMII menyaksikan gelaran seni ini, Ertis berharap mereka bisa lebih mencintai khazanah budaya bangsa.

Lihat juga...