Granat Minta Polda Sumut Antisipasi Penyelundupan Narkoba

158
Ilustrasi - Foto: Dokumentasi CDN.

MEDAN — Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Sumatera Utara meminta kepada Polda Sumatera Utara dan Badan Narkotika Nasional agar mengantisipasi penyelundupan narkoba dari negara asing.

“Selama ini narkoba yang masuk ke wilayah Sumatera Utara ini, berasal dari Tiongkok dan diselundupkan melalui perairan Tanjung Balai,” kata Ketua DPD Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Sumut Hamdani Harahap, di Medan, Selasa (4/12/2018).

Narkotika tersebut, menurut dia, masuk ke perairan Sumut melalui Pelabuhan Portklang, Malaysia dan dibawa menggunakan kapal kayu.

“Kemudian, narkotika tersebut dibawa melalui jalur laut dan disembunyikan di pulau-pulau terpencil yang cukup jauh dan tidak dapat dipantau oleh aparat keamanan,” ujar Hamdani.

Ia mengatakan, narkoba yang berasal dari Negeri Tirai Bambu itu, jenis sabu-sabu dan masuk ke Indonesia cukup rapi dengan menggunakan jasa nelayan tradisional.

Para nelayan yang berada di pesisir Pantai Timur Sumatera sering dimanfaatkan sindikat atau jaringan narkoba internasional sebagai kurir (pengantar) narkoba tersebut.

“Modus seperti itu mereka lakukan untuk mengelabui petugas, sehingga bisnis ilegal tersebut, bisa berjalan lancar dan tidak mengalami kendala,” ujar dia lagi.

Hamdani menyebutkan, sindikat narkotika asal luar negeri, juga banyak berada di Indonesia untuk menjalankan bisnis yang melanggar hukum.

Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan instansi terkait lainnya dapat mengadakan kerja sama dengan Komisi Nasional Pengendalian Narkotika (National Narcotics Control Commission of China/NNCC) Tiongkok dalam pemberantasan narkoba.

Dengan adanya kerja sama antarkedua negara tersebut, Polri dan BNN dapat lebih mudah memantau pergerakan narkoba yang diselundupkan ke Indonesia.

“Polri dan BNN juga dapat mengetahui dengan jelas dari NNCC Tiongkok mengenai kelompok atau jaringan penyelundupan narkoba dari negara tersebut,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...