Gubernur DKI Optimis JICA Beri Pinjaman

Editor: Koko Triarko

238
Gubernur DKI, Anies Baswedan, di di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2018). -Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengaku telah menyampaikan secara lisan kepada pihak pemberi pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA), untuk memindahkan depo moda raya terpadu (MRT) fase II Bundaran Hotel Indonesia-Kota, ke kawasan Taman BMW.

“Secara umum-lisan, sudah. Tapi, secara formal melalui surat, belum,” ujar Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Pihaknya memang belum mengirimkan permohonan atau pemberitahuan secara resmi soal pemindahan depo. Namun, dia mengaku optimis, dengan rencananya untuk memindahkan depo Moda Raya Terpadu (MRT) fase II jalur Bundaran HI-Kota, lancar dan disetujui Japan International Corporate Agency (JICA).

“Saya rasa respons mereka akan sangat positif,” katanya.

Depo MRT tersebut, semula direncanakan akan dibangun di Kampung Bandan, dan saat ini direncanakan akan dipindah ke Taman BMW atau lokasi yang dekat dengan rencana pembangunan Stadion BMW.

Menurutnya, pemindahan depo sangat perlu dilakukan, karena lahan di Kampung Bandan yang sudah direncanakan masih disengketakan.

Anies menilai, kereta Mass Rapit Transit (MRT) Fase II dengan rute Bundaran Hotel Indonesia-Kota, tidak mungkin hanya mengandalkan satu depo saja, yakni depo Lebak Bulus. Jika rute MRT bertambah, maka dipastikan jumlah kereta juga bertambah. Karena itu, diharapkan bisa terbangun depo baru di Stadion BMW.

“Panloknya sudah ada sampai ke kota. Tapi mau tidak mau, kita membutuhkan depo. Tanpa ada depo, tidak mungkin kita fasilitasi jumlah gerbong sebanyak itu, karena deponya sekarang cuma satu di Lebak Bulus, perlu satu lagi,” ujarnya.

Pemindahan depo juga bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan dari hingga menuju Stadion BMW, ketika sudah jadi dan mulai beroperasi.

“Padahal, kalau kita bangun stadion dengan kapasitas puluhan ribu, dan asumsinya orang ke sana naik mobil juga, maka bisa dibayangkan tingkat kemacetannya,” kata Anies.

Sementara, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menuturkan ide tersebut harus diinformasikan kepada Jepang atau JICA sebagai pemberi pinjaman.

“Harus lapor JICA, belum tentu disetujui. Jika disetujui, ya kita tanya prosedurnya bagaimana,” ungkapnya.

Sebelumnya, JICA telah menandatangani perjanjian pinjaman (Loan Agreement) untuk pembiayaan fase II Bundaran HI-Kampung Bandan, sebesar 70,2 miliar Yen atau setara dengan Rp9,46 triliun dari total kebutuhan Rp25,6 triliun.

Nantinya, Jepang akan mengucurkan dana tersebut secara berkala dan sesuai dengan progres di lapangan. Dasar pengesahan Loan Agreement, yaitu hasil studi kelayakan (feasibility studies) fase II dari Bundaran HI hingga Kampung Bandan. Bukan Stadion BMW seperti yang diinginkan Gubernur.

Walaupun demikian, William menilai proyek fase II tetap bisa dimulai pada tahun depan. “Paket awalnya dulu kita mulai. Dari Bundaran HI sampai Harmoni. Sisanya harus menunggu persetujuan JICA,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...