Gubernur: Pertanian Lokomotif Ekonomi Kaltim

Editor: Koko Triarko

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor -Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, menetapkan pertanian sebagai program prioritas pembangunan, terutama dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, menuturkan, Kaltim memiliki luas wilayah dan potensi lahan yang besar, sehingga harus mampu menyejahterakan rakyat melalui sektor pertanian.

“Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk alumni IKA SPP SPMA, agar pertanian benar-benar menjadi masa depan ekonomi Kaltim, termasuk upaya memperjuangkan anggaran sektor pertanian,” ucapnya, saat reuni akbar Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP), Senin (31/12/2018).

Isran juga meminta kepada para alumni, terus ikut berperan dalam memajukan pembangunan di sektor pertanian dalam arti luas. Ia meyakini, para alumni sudah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan sebagai pelaku utama (petani/nelayan), praktisi dan penyuluh, bahkan pelaku usaha dan pejabat serta anggota dewan.

“Harapannya, jangan pernah meninggalkan pertanian. Sebab, pertanian salah satu lokomotif ekonomi Kaltim, pascakejayaan migas dan batu bara,” harapnya.

Sementara itu, di Desa Manunggal Jaya, Sebulu, Kutai Kartanegara, melakukan panen jagung manis dan tanam perdana padi, dalam rangka mendukung program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale), dan Program Sistem Integrasi Kelapa Sawit Model Agricinal dan Sapi Indukan Wajib Bunting (Siska dan Siwab).

Dalam tanam perdana itu, dihadiri langsung Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Dia berharap, ke depan Desa Manunggal Daya semakin mandiri dan menjadi contoh pembangunan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan terpadu di Kaltim.

Lahan jagung di Desa Manunggal Daya seluas 400 hektare, dan padi 540 hektare. Sedangkan lahan siap panen jagung manis akhir tahun ini seluas 50 hektare.

Tanaman jagung di Desa Manunggal Daya bisa 6-7 kali panen setiap tahunnya. Kemudian untuk padi dua kali panen setiap tahunnya, dengan rata-rata 6 ton sekali panen per hektare. Di desa ini terdapat 21 kelompok tani.

“Pemerintah sangat berterima kasih kepada para petani. Petani sangat besar perjuangannya, karena menyediakan kebutuhan rakyat, khususnya beras dan sayur mayur,” imbuhnya.

Lihat juga...