Gunung Anak Krakatau Masih Level Waspada

177
Gunung Anak Krakatau - Dok: CDN
BANDARLAMPUNG – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami tiga kali kegempaan letusan, dan keluar asap hitam tebal setinggi 400-500 meter dari atas puncak kawah, sepanjang pengamatan pada Sabtu (1/12) hingga Minggu (2/12) dini hari.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rilisnya, menunjukkan adanya aktivitas kegempaan letusan sebanyak tiga kali, amplitudo 58 mm, durasi 61-82 detik.
Data itu meneruskan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang disusun oleh Windi Cahya Untung, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, pada periode pengamatan 1 Desember 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB.
Petugas mengamati pula kegempaan tremor menerus amplitudo 18-58mm (dominan 56 mm).
Pengamatan secara visual, gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.
Teramati tiga kali letusan, asap hitam tebal tinggi 400-500 meter di atas puncak kawah.
Visual malam, baik dilihat secara langsung maupun dari CCTV, teramati sinar api dan lontaran material pijar ke segala arah, serta aliran lava pijar ke arah selatan.
Terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (kaca dan pintu bergetar).
Gunung api dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut (mdpl), kondisi cuacanya cerah. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur.
Suhu udara 24-32 derajat Celsius, kelembaban udara 65-94 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.
Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer dari kawah.
usan sebanyak tiga kali, amplitudo 58 mm, durasi 61-82 detik.
Data itu meneruskan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang disusun oleh Windi Cahya Untung, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, pada periode pengamatan 1 Desember 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB.
Petugas mengamati pula kegempaan tremor menerus amplitudo 18-58mm (dominan 56 mm).
Pengamatan secara visual, gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.
Teramati tiga kali letusan, asap hitam tebal tinggi 400-500 meter di atas puncak kawah.
Visual malam, baik dilihat secara langsung maupun dari CCTV, teramati sinar api dan lontaran material pijar ke segala arah, serta aliran lava pijar ke arah selatan.
Terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (kaca dan pintu bergetar).
Gunung api dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut (mdpl), kondisi cuacanya cerah. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur.
Suhu udara 24-32 derajat Celsius, kelembaban udara 65-94 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.
Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius dua kilometer dari kawah.
Baca Juga
Lihat juga...