Harga Getah Karet di Aceh Barat Mulai Naik

208

MEULABOH — Harga tampung getah karet petani di Kabupaten Aceh Barat, mulai membaik dari harga Rp5.500 per kilogam saat ini naik seharga Rp7.000/kg seiring tingginya kebutuhan pasar terhadap komoditas itu.

Pemilik kebun karet di Desa/ Gampong Pulo Tengoh, Kecamatan Meureubo, Abdul Jalil, mengatakan saat ini aktivitas penderesan getah karet di kebun sempat terganggu oleh kondisi curah hujan tinggi.

“Sejak saya mulai menderes, harganya memang sudah Rp7.000 per kilogram dan itu harga pembelian langsung agen penampung lokal datang ke kebun. Kalau harapan kita harga getah karet ini bisa semakin mahal,” katanya di Meulaboh, Aceh, Jumat (7/12/2018).

Abdul Jalil mengatakan hanya memiliki 150 batang tanaman karet okulasi yang ditanam sejak tahun 2012 dan baru menghasilkan atau panen pertengahan tahun 2018, kebunnya itu bisa menghasilkan getah karet 10 kilogram per hari.

Ia memperkirakan produksi getah akan semakin tinggi ketika umur batang karet okulasi tersebut lebih tua, hal tersebut juga yang menjadi alasan dirinya mulai menyukai tanaman karet untuk kegiatan ekonomi jangka panjang.

Hanya saja, sejak memasuki musim penghujan sedikit menghambat aktivitas menderes, akan tetapi bisa disiasati dengan melihat waktu yang tepat atau di saat cuaca cerah dan tidak diguyur hujan.

“Semakin tua umur batang karet, semakin bagus getah dan semakin banyak keluar getahnya. Kendala hanya saat musim penghujan seperti saat ini dan harus pintar-pintar melihat waktu yang tepat untuk menderes,” sebutnya lagi.

Menurut dia, beberapa hal yang perlu dilakukan untuk membuat harga karet dapat lebih mensejahterakan petani adalah memutuskan panjangnya mata rantai penjualan karet mentah dari Aceh ke pasar Medan Sumatera Utara.

Abdul Jalil mengaku belum pernah mencoba untuk mengirimkan bahan baku karet mentah ke luar daerah, karena produksi kebun yang masih terbatas, bisnis tersebut hanya dilakukan oleh pemodal atau penampung lokal yang ada di daerah setempat.

“Kalau ke pasar Medan itu, tidak langsung juga ke pabrik, ada agen – agen menanti di sana, biaya kos perjalanan dan banyak biaya lain sehingga harga getah di beli pada petani murah dan kita tidak tahu persis berapa harga di sana,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...