Harga GKP Petani di Lamsel Stabil

Editor: Mahadeva WS

Sutikno, petani lain menyebut, menjual gabah seusai panen, karena tidak mau direpotkan dengan proses penjemuran. Kualitas beras yang dihasilkan akan menurun jika gabah dijemur dalam kondisi hujan turun terus menerus.

“Sepanjang bulan Desember hujan turun setiap hari mempersulit proses pengeringan sehingga saya memilih menjualnya,” beber Sutikno.

Penjualan dilakukan langsung di sawah, seusai alat pemanen jenis combine harvester memanen gabah. Gabah yang sudah dipanen, dibeli pembeli gabah lokal setelah ada aturan larangan penjualan gabah keluar daerah. Aturan tersebut diantaranya Peraturan Gubernur (Pergub) Lampung No.71/2017, tentang pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian distribusi gabah dan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung No.7, tentang pengelolaan distribusi gabah.

Karena aturan tersebut, saat ini pembeli gabah dari provinsi Banten dan Sumatera Selatan sudah jarang datang ke petani. Aturan yang melarang penjualan gabah keluar Lampung, membuat ketersediaan gabah di Lampung terpenuhi. Kebijakan tersebut, membantu mengendalikan persaingan diantara pemilik usaha jual beli gabah, yang selama ini terjadi antara pengusaha lokal dan luar Lampung.

Lihat juga...