Harga Hunian di Jakarta Super Mahal

Ilustrasi hunian vertikal - DOK CDN

JAKARTA – Harga hunian di Jakarta dinilai super mahal. Pakar perkotaan dari Jakarta Property Institute (JPI), Mulya Amri, meyebut, banyak faktor yang membuat harga hunian di Jakarta sangat tak terjangkau.

“Terbatasnya lahan, dan rendahnya luas lantai yang boleh dibangun, menjadi faktor kunci kurangnya hunian di Jakarta, sehingga harga hunian di ibu kota melambung tinggi bagi seluruh strata ekonomi,” kata Mulya, Minggu (16/12/2018).

Menurutnya, kepadatan Jakarta yang dipenuhi oleh rumah-rumah tapak, terlihat tersebar dan berimpitan secara horizontal. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan, menghabiskan lahan dan membuat harga hunian semakin meroket. Selain itu, pengurusan izin yang kompleks dan panjang, juga menjadi faktor yang membuat harga hunian di tengah kota tersebut menjadi super mahal.

“Berdasarkan studi JPI, pengembang harus menempuh waktu hingga 21 bulan dan mengacu pada 39 peraturan mengenai perizinan gedung untuk membangun gedung di atas delapan lantai dengan luas di atas 5.000 meter persegi di Jakarta,” kata pakar yang mengantongi gelar Doktor dari National University of Singapore tersebut.

Solusinya, dengan mendorong lebih banyak pembangunan hunian vertikal di pusat kota dan sekitarnya. Hal tersebut untuk  mendapatkan pola subsidi, guna menyiasati harga tanah yang tinggi. Solusi lain, dapat ditawarkan kepada BUMD atau BUMN untuk mendapatkan penghasilan tambahan. “Pasar akan mendapatkan peluang bisnis lebih banyak, keluarga berpenghasilan rendah mendapatkan tempat tinggal di kota,” katanya.

Untuk mewujudkan usulan-usulan tersebut, pemerintah diharapkan memiliki rencana induk yang lebih visioner. Ia mengatakan, rencana induk Jakarta 2030 yang telah diterbitkan di 2014, tidak memiliki visi spasial jangka panjang dan proyeksinya terlalu konservatif. Rencana tersebut mengasumsikan peningkatan jumlah penduduk Jakarta hanya 20 persen dari 10 juta menjadi 12 juta di 2030. (Ant)

Lihat juga...