Harga Kopra di Sulawesi Utara Merangkak Naik

Ilustrasi [CDN]

MANADO — Harga kopra di level pabrikan terus merangkak naik ke harga Rp5.600 per kilogram hingga tengah Desember dibandingkan bulan sebelumnya.

“Pemerintah provinsi terus berupaya mencari solusi meningkatkan harga kopra setelah terpuruk, salah satunya dengan membuka komunikasi dengan pabrikan yang menggunakan kelapa sebagai komoditas,” kata Kepala Bagian Humas Pemprov Sulut, Christian Iroth di Manado, Selasa (18/1/2/2018).

PT Cargill misalkan, pada bulan November membeli kopra seharga Rp4.800 per kilogramnya, namun pada tanggal 18 November 2018 dinaikan menjadi Rp5.500 per kilogram. Selanjutnya, PT Multi Nabati pada bulan November membeli seharga Rp4.800 per kilogramnya, dan pada bulan Desember ini membeli seharga Rp5.600 per kilogramnya.

“Ini adalah buah komitmen Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw membangun dan mensejahterakan masyarakat Sulut terutama petani kelapa,” ujarnya.

Christian mengatakan, harga kopra yang berangsur naik karena berbagai langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah.

“Program jangka panjang gubernur mengagagas upaya mengembangkan industri minyak goreng kelapa skala kelompok tani,” katanya.

Upaya ini dilakukan gubernur dengan menyediakan fasilitas pendukung dengan memberikan bantuan sebanyak 12 unit mesin produksi minyak kelapa bagi kelompok tani di tahun 2018.

Sementara pada tahun 2019 nanti, Pemprov Sulut akan memberikan bantuan dengan jumlah lebih besar yaitu sebanyak 23 unit mesin beserta tempat pengolahan senilai Rp7 miliar.

Langkah lain yang dilakukan Pemprov Sulut untuk meningkatkan nilai jual produk turunan dari kelapa, yaitu mengadakan pertemuan yang diikuti seluruh daerah penghasil kelapa di Indonesia. (Ant)

Lihat juga...