Harga Kopra Jatuh, Sulut Kaji Resi Gudang

172
Ilustrasi [CDN]

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mengkaji sistem resi gudang, untuk mengatasi harga kopra yang tengah terpuruk.

“Akan kita kaji sistem ini, mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi, mengatasi anjloknya harga kopra,” kata Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw, Selasa (4/12/2018).

Sistem tersebut, dapat dimanfaatkan petani, dengan cara menyimpan kopra saat harga rendah. Kemudian petani dapat menjualnya ketika harga bagus. Sementara resi penyimpanan di gudang, bisa diuangkan ke bank, untuk modal kerja atau kegiatan produksi yang lain. Pada saat harga bagus barang di gudang dapat dijual, dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk membayar pembiayaan dari bank. “Saya tertarik dengan usulan sistem resi gudang ini. Nanti akan dipelajari dan disiapkan semuanya,” tambah Kandouw.

Pemprov Sulut, terus berupaya mengangkat harga kopra, yang kini tengah terpuruk. Termasuk menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Menurut Wagub, pemerintah tidak dapat mengatur atau mengintervensi harga kopra, karena diatur oleh pasar dunia. Di satu sisi, kopra hanya merupakan komoditas substitusi sebagai bahan baku minyak goreng. “Harga kopra turun hingga 623 dolar AS per metrik ton pada September 2018. Jadi ini bukan permainan pasar, tetapi memang terjadi di seluruh dunia,” kata Kandouw.

Kandouw menyebut, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, sangat peduli dengan nasib ribuan petani kelapa di Sulut. Hal tersebut mendorong dikeluarkannya kebijakan, untuk mengutusnya berangkat ke negara kincir angin, Belanda. “Bapak Gubernur peduli dengan petani kelapa. Bahkan saya diutus ke Belanda khusus untuk mencari informasi tentang sering berfluktuasinya harga kopra ini, untuk diketahui bahwa 70 persen pasar kopra dunia dikelola di Rotterdam,” pungkas Kandouw. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...