Hari Infanteri Tingkatkan Rasa Patriotisme

Editor: Koko Triarko

MALANG – Peringatan hari Infanteri, diharapkan mampu menjadi momentum  meningkatkan rasa patriotisme, sekaligus memperkokoh kemanunggalan prajurit TNI AD bersama rakyat, untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.

Panglima Divisi Infantri  (Pangdivif) II Kostrad, Mayjen TNI Marga Taufiq, menyebutkan, peranan dan tugas TNI Angkatan Darat, khususnya infanteri, tentunya tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan masyarakat sekitarnya.

Panglima Divisi Infantri  (Pangdivif) II Kostrad, Mayjen TNI Marga Taufiq, usai menghadiri peringatan hari Infantri di Lapangan Rampal -Foto: Agus Nurchaliq

“Kebersamaan bersama rakyat menjadi bagian penting dan strategis, dalam mendukung pencapaian tugas pokok TNI, khususnya angkatan darat,” sebutnya, saat menghadiri upacara peringatan hari Infanteri ke-70 di Lapangan Rampal, Rabu (18/12/2018).

Berkaitan hal tersebut, maka pada peringatan hari infanteri kali ini yang mengambil tema ‘Dengan Semangat Yuddha Wastu Pramukha, Prajurit Infanteri Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat’, mencerminkan komitmen dan tekad yang kuat prajurit satuan infanteri, untuk menjadi tangguh, profesional, modern serta dicintai dan mencintai rakyat.

“Tema tersebut juga memiliki makna semangat pengabdian dan perjuangan sampai akhir, untuk terus memperkokoh kemanunggalannya dengan rakyat, serta membangun sinergritas dengan berbagai komponen bangsa,” ujarnya.

Semangat patriotisme dan cinta Tanah Air ini, sambungnya, dapat dicontoh dari seorang Panglima Besar Jenderal Soedirman. Demi bangsanya, ia tidak pernah mempertimbangkan apa yang akan diterimanya, tetapi ia selalu bertanya apa yang bisa ia berikan kepada bangsa dan negara.

Lebih lanjut, M. Taufik meyampaikan, ke depan peringatan hari Infanteri juga bisa menjadi acuan bagi pimpinan Angkatan Darat, khususnya korps infanteri, untuk senantiasa berlatih dalam rangka merespons ancaman yang terjadi di masa yang akan datang, untuk menjaga kedaulatan bangsa.

“Tantangan kita ke depan akan semakin kompleks dan dinamis, dengan berbagai karakteristik ancaman di abad 21, yang lebih mengedepankan teknologi modern,” terangnya.

Tantangan tersebut telah direspons dengan baik oleh pimpinan Angkatan Darat, dengan melakukan transformasi dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).

“Dengan modernisasi alutsista, diharapkan mampu memberikan semangat baru untuk terus mengantisipasi berbagai perubahan dengan melakukan revisi, reaktualisasi, reorganisasi serta doktrin strategi dan taktik bertempur, untuk mampu mengimbangi pola pertempuran modern ke depan,” tegasnya.

Sementara itu dalam peringatan hari Infanteri yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Malang, juga menampilkan berbagai aksi ketangkasan yang mencerminkan kekuatan dan kesiapan para prajurit TNI AD, dalam menghadapi tantangan dan ancaman di masa yang akan datang.

Lihat juga...