Hindari Adanya Korban, Pemprov Kaltim Minta Lubang Eks Tambang Dipagari

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Sikapi potensi bahaya lubang bekas tambang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah dengan melakukan inventarisasi dan pengamanan pada bekas tambang.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi, menyikapi aspirasi mahasiswa dan elemen masyarakat yang mempertanyakan komitmen Pemprov terhadap lubang bekas tambang.

Hadi mengatakan, telah memberikan perintah kepada jajaran Dinas ESDM dan para instruktur tambang untuk melakukan inventarisasi dan pengamanan lubang-lubang bekas tambang.

“Tugas ini diberikan kepada para instruktur tambang.  Kepala Dinas ESDM pun kemudian berkirim surat kepada para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk melaksanakan pengamanan kolam bekas tambang mereka,” terang mantan anggota DPR RI ini, Jumat (14/12/2018).

Dia minta, perusahaan-perusahaan tambang batu bara untuk melakukan pengamanan kolam bekas tambang dan segera melaporkan setelah tugas pengamanan ditunaikan.

“Saya tidak mau mendengar lagi ada korban ketiga puluh tiga. Cukup sudah. Inventarisasi dan  pengamanan lubang-lubang tambang, cukup mendesak,” tegas Hadi Mulyadi.

Pengamanan yang dimaksudkan meliputi kegiatan pemagaran, pembuatan plang larangan mendekati lubang bekas tambang, monitoring termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tambang.

“Langkah pengamanan ini sangat penting untuk menghindari jatuhnya korban baru. Tolong inspektur tambang pantau kegiatan pengamanan  dan segera laporkan,” tandas Hadi.

Wagub Hadi Mulyadi juga meminta seluruh inspektur tambang mempresentasikan kerja-kerja mereka termasuk langkah-langkah mengawal pelaksanaan penugasan inventarisasi dan pengamanan lubang-lubang eks tambang di wilayah tugas masing-masing.

Sementara itu, Kepala ESDM Kaltim, Wahyu Widhi Heranata, mengungkapkan, persoalan kerap dihadapi karena perkampungan penduduk juga termasuk dalam IUP.

“Karena itu, perusahaan-perusahaan tambang agar segera memagari kolam bekas tambang mereka, dan memasang plang-plang larangan mendekati areal berbahaya itu,” pungkasnya.

Lihat juga...