Hingga November 2018, BI Jember Amankan 3.521 Lembar Upal

Editor: Mahadeva

Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, layanan dan Administrasi BI Jember, Febrina. Foto: Kusbandono.

JEMBER – Hingga akhir November 2018, Bank Indonesia (BI) Jember, berhasil mengamankan 3.521 lembar uang palsu (Upal). Jumlahnya mengalami penurunan, dibandingkan dengan temuan di 2017 lalu, yang mencapai 4.558 lembar.

“Dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama, jumlah upal yang berhasil diamankan relatif menurun. Sampai akhir November kemarin, yang berhasil diamankan sekitar 3.500-an lembar upal. Rata-rata pecahan 100 ribu dan 50 ribu,” terang Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, layanan dan Administrasi BI Jember, Febrina, Kamis (20/12/2018).

Upal yang berhasil diamankan tersebut, terkumpul dari perbankan dan masyarakat. Selain itu, juga dari hasil pengungkapan kasus, yang dilakukan aparat kepolisian. “Ini juga termasuk dari kerjasama Bank Indonesia dengan kepolisian di lima daerah wilayah kerja BI Jember,” terangnya.

Dari catatan Febrina, penyebaran Upal di wilayah kerja BI Jember relatif terkendali. Hal ini tidak terlepas dari kerjasama dengan aparat kepolisian, yang terus berupaya untuk memberantas peredarannya.  Banyak hal yang sudah dilakukan BI Jember, seperti bekerja secara intens dengan pihak kepolisian. Pihak perbankan semakin bekerja secara baik, dalam mengatasi peredaran uang palsu. “Kita juga sudah memiliki Lab khusus untuk menangani Upal,” tandasnya.

Hal tersebut, didukung adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang deteksi keaslian uang. “BI senantiasa melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keaslian uang rupiah. Dan alhamdulillah, masyarakat sudah banyak yang memahami cara mengidentifikasi uang palsu, sehingga peredaran uang palsu bisa ditekan,” imbuhnya.

Upaya mengendalikan peredaran upal juga dilakukan dengan gencar mensosialisasikan penggunaan transaksi non tunai. “Tapi kami belum mengukur, dengan adanya sistem pembayaran non tunai, seberapa besar pengaruhnya terhadap peredaran uang palsu di wilayah Kantor BI Jember,” katanya.

Upaya terakhir, untuk mengendalikan penyebaran upal di Jember, dilakukan dengan meneliti modus dan teknik pemalsuan uang yang beredar di masyarakat. “Kami mengukur kemungkinan peredarannya semakin besar atau kecil, termasuk tingkat distribusi. Kami juga ada aplikasi yang akan dikomunikasikan kepada perbankan untuk melaporkan temuan uang palsu,” pungkasnya.

Lihat juga...