HMI Pekanbaru Tuntut Dugaan HAM Muslim Uighur Dihentikan

Ilustrasi [CDN]

PEKANBARU — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Pekanbaru menuntut dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) Muslim Uighur, Xinjiang, Tiongkok dihentikan.

Tuntutan itu disampaikan puluhan kader HMI dan sejumlah ormas lainnya dalam aksi damai bela Muslim Uighur di depan Kantor Gubernur Riau, pusat Kota Pekanbaru, Jumat (21/12/2018).

“Hentikan kekerasan terhadap saudara kami Muslim Uighur,” kata koordinator lapangan aksi damai Sahrir dalam orasinya.

Ia mengatakan bahwa kebebasan HAM jelas diatur dalam deklarasi universal HAM tahun 1948, dan telah diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Setiap manusia diberikan hak untuk memeluk agama yang diyakininya,” lanjutnya.

Lihat juga...