Hujan Deras Kembali Sebabkan Banjir di Lamsel

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Lampung Selatan, kembali menyebabkan banjir di sejumlah desa, antara lan di Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Desa Sandaran, Kecamatan Sidomulyo, dan sejumlah wilayah lain di Kecamatan Kalianda.

Hasran Hadi, Sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana)  Lampung Selatan, menyebut hujan sejak pagi hingga siang telah menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air.

Menurutnya, berdasarkan laporan sejumlah aparat desa di sejumlah wilayah yang mengalami banjir, hingg Rabu (12/12) sore permukiman warga masih tergenang air. Di Desa Rangai Triunggal, puluhan rumah warga tergenang air setinggi betis orang dewasa.

Imbas derasnya air yang mengalir dari wilayah pegunungan dan mengalir ke wilayah pesisir pantai Rangai Tritunggal, bahkan membuat sejumlah saluran air meluap. Akses Jalan Lintas Sumatra sempat tidak bisa dilintasi kendaraan dari arah Bandarlampung ke Bakauheni, dan sebaliknya.

Banjir merendam sejumlah rumah warga di Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Foto: Henk Widi

“Sempat ada pengalihan jalur dari Jalan Lintas Sumatra. Sejumlah kendaraan dialihkan ke Jalan Tol Trans Sumatra oleh petugas kepolisian, agar tidak terjebak banjir di wilayah Rangai Tritunggal,” terang Hasran Hadi, Rabu (12/12/2018).

Hasran Hadi juga menyebut, sebelumnya banjir juga telah melanda wilayah tersebut pada Sabtu (1/12), dan dua pekan kemudian hujan deras mengakibatkan banjir terulang.

Meski sejumlah saluran air telah dibersihkan warga, lokasi permukiman yang berada di dekat pantai bersamaan dengan air pasangm membuat air tidak bisa langsung terbuang ke laut. Sejumlah masyarakat, bahkan masih melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang terbawa oleh banjir.

Dedi, salah satu aparat Desa Rangai Tritunggal, saat dikonfirmasi menyebut, banjir pada pekan ini tidak lebih parah dibandingkan awal Desember, lalu.

Menurutnya, luapan air yang masuk ke dalam rumah setelah mengalir dari sejumlah saluran air,m hanya sebatas betis orang dewasa. Padahal, sebelumnya hujan deras disertai banjir telah membuat sejumlah perumahan warga terendam hingga ketinggian satu meter. Banjir berangsur mulai surut, seiring dengan hujan yang mulai reda.

Sementara itu, banjir akibat hujan deras juga melanda wilayah Desa Sandaran di Kecamatan Sidomulyo. Lebih dari 30 rumah warga terendam air, dengan ketinggian mencapai satu meter lebih. Namun, warga telah menyelamatkan barang-barang berharga ke lokasi yang aman.
Hasran Hadi menyebut, sesuai data, di wilayah tersebut saat terjadi hujan deras memiliki potensi terimbas banjir sungai Way Sandaran yang meluap.

“Warga masih menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah. Terkait kerugian, masih diinventarisir dan akan dilaporkan kemudian,” ungkap Hasran Hadi.

Dampak banjir karena hujan deras juga berimbas pada sejumlah sungai di kota Kalianda. Sungai dan selokan yang ada di Kalianda yang tidak bisa menampung derasnya air hujan, membuat gorong-gorong di depan taman makam pahlawan Kusuma Bangsa Kalianda, jebol.

Sejumlah tembok dan talud yang rusak akibat banjir beberapa bulan sebelumnya, bahkan semakin parah diterjang derasnya arus air.

Hasran Hadi, Sekretaris Taruna Siaga Bencana Lampung Selatan -Foto: Henk Widi

Subandi, salah satu warga yang tinggal di dekat aliran sungai menyebut, luapan sungai berasal dari Gunung Rajabasa. Meski tidak separah banjir sebelumnya, hujan deras yang berlangsung sejak pagi hingga siang, masih menyisakan kerusakan di sepanjang alur sungai.

Sampah yang terbawa aliran sungai, bahkan tersangkut di jembatan dan pohon yang berada di aliran sungai.

Seusai air surut, warga mulai membersihkan material sampah yang terbawa air, menghindari hujan deras turun dan banjir kembali melanda.

Ia menyebut, sejumlah lokasi seperti talud dan pagar di dekat taman makam pahlawan, sebelumnya pernah ambruk. Sementara belum diperbaiki, dan sejumlah tembok hanya diberi penyangga. Namun akibat banjir kembali melanda, kerusakan kembali terjadi. Derasnya aliran air akibat banjir membuat sejumlah jalan protokol di kota Kalianda tergenang air, ditambah membludaknya selokan di wilayah tersebut.

Lihat juga...