Hujan Lebat, Pencarian Korban Longsor Toba Samosir Dihentikan

MEDAN — Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan warga masyarakat terpaksa menghentikan pencarian satu orang lagi korban tertimbun tanah longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Mohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, karena turun hujan lebat.

“Pencarian korban, atas nama Sutan Marpaung (37) warga Desa Halado, distop sekira pukul 17.00 WIB, karena cuaca ekstrem dan bisa dilanjutkan,” kata Kepala BPBD Toba Samosir, Herbet Pasaribu, saat dihubungi dari Medan, Minggu malam (16/12/2018).

Meski hujan turun pada hari ini, menurut dia, namun tanah yang berada di tebing gunung dekat lokasi kejadian itu, tidak mengalami longsor seperti hari-hari sebelumnya.

Ia mengatakan, pencarian korban longsor yang belum ditemukan itu, dimulai pada pukul 09.00 WIB, dan dihentikan pukul 17.00 WIB, karena cuaca tidak bersahabat.

Hujan tersebut, turun secara tiba-tiba, sehingga tim gabungan menghentikan pencarian korban korban longsor tersebut. “Pencarian korban yang belum ditemukan itu, akan dilanjutkan besok,” ucap dia.

Herbet menjelaskan, satu orang lagi korban tertimbun tanah longsor di Desa Halado, telah ditemukan di lokasi kejadian, Sabtu (15/12) sekira pukul 08.30 WIB. Korban tersebut, atas nama Kasmer Marpaung (35) merupakan warga Desa Halado.

Setelah ditemukannya korban tersebut, maka jumlah warga tertimbun tanah longsor yang meninggal dunia sebanyak sembilan orang.

Lihat juga...