ILO: Migrasi Pekerja Ilegal Tantangan bagi ASEAN

ASEAN, ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA — Deputi Direktur Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk Regional Asia dan Pasifik, Panudda Boonpala, menyoroti pentingnya sistem perlindungan menyeluruh terhadap pekerja migran.

Ia mengatakan, dalam acara peluncuran Kampanye Migrasi Aman di Sekretariat ASEAN, bahwa saat ini masih sangat banyak orang yang bekerja dengan kondisi berisiko.

“Di ASEAN ada sekitar 300 juta pekerja, dan dari angka tersebut, sekitar 50 persen masih berada di lingkungan kerja yang rentan dan tidak memiliki akses perlindungan,” katanya di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Dia menjelaskan, pekerja perempuan seringkali dihadapi dengan tantangan dalam melakukan migrasi dengan aman dan legal. Hal ini dapat mendorong mereka untuk bermigrasi secara ilegal yang tentu dapat membahayakan keselamatan mereka.

Permasalahan migrasi pekerja secara ilegal masih menjadi salah satu tantangan bagi ASEAN, dan menurut Panudda, hal ini disebabkan oleh sistem migrasi yang masih belum terorganisir dengan baik.

“Akhirnya banyak orang memilih untuk melakukan migrasi secara ilegal karena kurangnya opsi yang tersedia. Oleh karena itu, kanal migrasi yang sudah ada perlu untuk terus diperbaiki dan diatur dengan baik,” ujarnya.

Namun, Panudda mengatakan ia telah melihat usaha kolektif yang baik dari ASEAN untuk menghadapi isu tersebut.

Lihat juga...