Indonesia Desak Negara-negara G20 Perkuat Kemitraan

165
Ilustrasi -Dok: CDN
JAKARTA – Pemerintah Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, mendorong penguatan kemitraan multilateral untuk menjadi solusi mengatasi ketegangan antarnegara di dunia, seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri, di Jakarta, Minggu (2/12).
Pada hari kedua KTT G20, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menegaskan di hadapan para kepala negara G20 dan pimpinan organisasi internasional, untuk kembali dengan komitmen bersama mewujudkan kemitraan multilateral yang kuat.
“Indonesia mendesak negara-negara G20 untuk memperkuat kemitraan kita dalam memobilisasi investasi sektor swasta, inovasi, dan transfer teknologi,” ujar Wapres Jusuf Kalla, pada rangkaian akhir KTT G20 yang mengambil tema “Embracing The Opportunities”.
Pandangan Pemerintah Indonesia tersebut senada dengan sebagian besar negara lain G20, yang menginginkan kondisi global yang kondusif untuk memperbaiki pertumbuhan pembangunan yang menyeluruh.
“Pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim adalah dua isu global yang terkait erat, yang perlu diatasi secara bersama-sama,” ujar Jusuf Kalla, yang ditunjuk sebagai pembicara utama dengan tema Building Consensus.
KTT G20 yang berakhir pada 1 Desember 2018 di Buenos Aires, Argentina, telah menghasilkan kesepakatan berupa Deklarasi Pemimpin G20, Membangun Konsensus untuk Pembangunan Adil dan Berkelanjutan (G20 Leaders Declaration Building Consensus for Fair and Sustainable Development).
Deklarasi yang akhirnya dapat diselesaikan pada penghujung KTT G20 itu, memuat isu-isu penting yang memerlukan tindakan secara bersama di tingkat global.
Beberapa isu penting, di antaranya perdagangan internasional yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global, kerja sama multilateral berdasarkan tatanan internasional berdasarkan peraturan (rules-based international order), sistem keuangan internasional yang stabil, penanganan masalah migrasi dan pengungsi, perubahan iklim, ketahanan pertanian dan energi, digitalisasi ekonomi yang dapat mendukung pemerataan pembangunan dan keuangan inklusif, hingga isu-isu terkait penanganan antikorupsi, dan usaha menghentikan pengaliran dana terkait terorisme maupun kejahatan lainnya.
Pemerintah Indonesia berhasil memasukkan beberapa isu yang menjadi kepentingan dan prioritas nasional dalam deklarasi tersebut, di antaranya pengembangan inovasi keuangan melalui bisnis model dengan digitalisasi ekonomi, dan isu referensi energi terbarukan.
KTT G20 di Buenos Aires menandai berakhir kepemimpinan Presidensi Argentina 2018. Kepemimpinan G20 selanjutnya pada 2019 beralih ke Jepang.
G20 merupakan forum kerja sama negara-negara perekonomian besar dunia, yang secara kolektif mewakili 85 persen produk domestik bruto (PDB) dunia, 75 persen perdagangan global dan dua per tiga penduduk dunia.
G20 beranggotakan 19 negara (Amerika Serikat, Afrika Selatan, Argentina, Australia, Brazil, Cina, Kanada, Jepang, Jerman, India, Indonesia, Italia, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Arab Saudi, Turki, dan satu kelompok regional (Uni-Eropa). (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...