Indonesia Potensial Jadi Negara Ekonomi Digital Terbesar Asia

152
Pameran UMKM, ilustrasi-Dok: CDN
CIREBON – Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengadakan pelatihan serta memfasilitasi dan simulasi jualan daring (online) untuk pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Cirebon, Jawa Barat.
“Diharapkan, para pelaku UMKM dapat semakin terstimulasi untuk memaksimalkan e-commerce untuk mengembangkan usaha mereka,” kata Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Septriana Tangkary, di Cirebon, Sabtu (1/12/2018).
Dia mengatakan, pihaknya menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan marketplace Shopee untuk mengedukasi UMKM terkait penggunaan e-commerce.
Menurut Septriana, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia. Mengingat saat ini terdapat penetrasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 132 juta, pengguna e-commerce pun terus meningkat dengan bertambahnya portal e-commerce yang memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat saat ini.
Transaksi daring melalui portal e-commerce, kata Septriana, semakin populer digunakan di masyarakat luas dan hal tersebut dapat dinilai sebagai perkembangan positif.
“Karena semakin mudah untuk menghubungkan penjual dan pembeli saat ini. Hal tersebut penting disampaikan kepada UMKM, agar semakin mengerti potensi pasar yang begitu besar,” tuturnya.
Menurutnya, langkah awal sudah terjajaki, namun edukasi akan penggunaan portal e-commerce penting untuk terus dilakukan.
Septriana menjelaskan, bahwa melalui acara edukasi tersebut, ia juga ingin melakukan sosialisasi gerakan “Ayo UMKM Jualan Online”.
Saat ini, kata dia, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41 persen, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit.
“Namun, baru sekitar delapan persen atau 3,79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online, untuk memasarkan produknya, padahal tren pergerakan konsumen semakin memberat di transaksi online,” pungkasnya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...