Inflasi November, Tarif Angkutan Udara di Balikpapan, Naik

Editor: Satmoko Budi Santoso

172

BALIKPAPAN – Kenaikan tarif angkutan udara pada bulan November 2018, salah satu penyebab inflasi Kota Balikpapan pada bulan ini. Tercatat pada bulan November 2018, Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,01% (mtm) dan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar -0,68% (mtm).

Menurut Asisten Direktur Kantor Peerwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Thomy Andryas, inflasi pada bulan November lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata inflasi November selama tiga tahun terakhir sebesar -0,21% (mtm).

“Inflasi November 2018 banyak didorong oleh kenaikan harga kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yang memberikan andil inflasi terbesar 0,52% (mtm). Inflasi pada kelompok tersebut disumbang oleh mulai naiknya tarif angkutan udara yang mendekati akhir tahun,” tuturnya, Senin (3/12/2018).

Inflasi juga didorong oleh kenaikan bahan bakar minyak seperti Pertamax, Dexlite dan Pertamina Dex. Inflasi juga tercermin dari kelompok Perumahan, Air, Listrik Gas & Bahan Bakar yang mengalami inflasi dengan andil sebesar 0,01% (mtm).

Thomy melanjutkan, pada saat yang sama, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga juga mengalami inflasi dengan andil sebesar 0,03% (mtm).

“Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi dengan andil -0,53% (mtm) seiring dengan kondisi permintaan yang masih dapat diantisipasi oleh pasokan bahan makanan yang cukup,” sebutnya.

Adapun secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 3,69% (yoy) atau lebih tinggi dari nasional sebesar 3,23% (yoy) namun lebih rendah dari Kalimantan Timur sebesar 3,74% (yoy).

Langkah dan upaya pengendalian inflasi daerah, Thomy mengatakan, Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Kota Balikpapan mengambil beberapa langkah pengendalian harga. Yaitu melakukan stabilisasi harga melalui Bulog untuk komoditas pangan strategis terutama beras, mengikuti High level Meeting TPID Provinsi Kalimantan Timur.

Untuk persiapan menghadapi Natal dan libur akhir tahun, ada program kampung wisata peduli inflasi agar terwujud ketahanan pangan tanaman holtikultura melalui urban farming.

“Sejalan dengan itu, Kabupaten Paser sebagai daerah hinterland Kota Balikpapan juga telah melakukan rapat di tingkat teknis. Untuk mengevaluasi pergerakan harga periode sebelumnya dan mengantisipasi lonjakan harga menjelang Natal dan akhir tahun ini,” tandas Thomy, kepada media.

Ia menambahkan, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan ke depan masih akan memberi tekanan inflasi di antaranya kenaikan harga bahan makanan dan angkutan udara menjelang Natal akhir tahun, serta risiko terhambatnya produksi tanaman holtikultura menjelang musim hujan di daerah pemasok. Juga kenaikan tarif cukai rokok.

“Kenaikan harga bahan makanan dan angkutan udara menjelang Natal dan akhir tahun masih menjadi tekanan inflasi ke depan,” tutup Thomy Andryas.

Baca Juga
Lihat juga...