Infrastruktur Rusak Akibat Banjir di Lamsel Mulai Diperbaiki

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

211

LAMPUNG — Fasilitas jalan, jembatan, saluran irigasi yang rusak akibat hujan deras disusul banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Selatan, sebagian mulai diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Ruas jalan penghubung Desa Way Kalam ke Desa Banjarmasin yang semula longsor juga mulai bisa dilintasi. 

Aris, pelaksana tekhnis pengerjaan bagian jembatan Way Asahan menyebutkan, pasca bagian talud penahan jebol, material perbaikan didatangkan. Perbaikan sementara dilakukan dengan membuat timbunan untuk badan jalan di dekat jembatan. Akses tersebut sementara hanya bisa dilintasi oleh orang dan kendaraan roda dua.

“Perbaikan talud bahu jalan jebol pada Jumat (31/11) yang saat ini diperbaiki juga mengalami kendala akibat hujan kembali mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya proses pengerjaan molor ditambah potensi banjir susulan masih bisa terjadi,” terang Aris saat ditemui Cendana News, Senin (3/12/2018).

Konstruksi jembatan Way Asahan yang dikerjakan sejak Mei dan selesai pada September tahun ini juga jebol diterjang banjir. Meski konstruksi terlihat masih kokoh namun badan jalan terputus dan menyebabkanwarga tidak bisa melintas menggunakan kendaraan roda empat.

Selain bagian jembatan Way Asahan yang jebol akibat hujan disertai banjir, kerusakan sejumlah saluran irigasi pertanian juga mulai dipetakan oleh instansi terkait.

Budi Santoso, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah Pengujian Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Penengahan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Lampung Selatan menyebut sudah meninjau sejumlah titik terdampak banjir. Meliputi longsor di ruas jalan Desa Way Kalam ke Desa Banjarmasin, sejumlah saluran irigasi dan bendungan yang tersumbat oleh sampah serta jembatan Way Asahan.

“Puluhan titik yang terdampak banjir sudah kami inventarisir dan dilaporkan ke Dinas PUPR untuk penanganan lanjutan,” terang Budi Santoso.

Petugas UPTD Pengujian Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Penengahan disebutnya sudah dikerahkan ke sejumlah titik. Petugas juga melakukan pembersihan saluran irigasi yang tertimbun sampah.

Pantauan Cendana News, dampak hujan disertai banjir selain memporakporandakan lahan pertanian juga mengganggu fasilitas bendungan. Selain akses di wilayah kecamatan Penengahan, jalan di Kecamatan Palas ke Kecamatan Sragi rusak.

Meski sebagian bisa dilintasi kendaraan roda dua, kerusakan jalan masih belum bisa dilintasi kendaraan roda empat. Dampak banjir juga membuat volume sampah di bendungan Indah Kecamatan Palas meningkat oleh batang pohon, bambu dan plastik.

Hasan Basri, salah satu warga Dusun Banyuurip Desa Kuripan mengaku was-was akan banjir susulan. Banyaknya sampah limbah penebangan kayu, plastik serta pertanian berpotensi membuat sungai meluap.

Meski di lokasi pembuangan di area hulu sungai tidak berdampak, namun ia menyebut pada  area hilir, sampah menyumbat di bendungan dan sejumlah saluran irigasi. Imbasnya selain infrastruktur jalan dan jembatan, lahan pertanian juga ikut rusak.

Baca Juga
Lihat juga...