INSA Karimun Siapkan Kapal Cadangan untuk Natal-Tahun Baru

162
Ilustrasi kapal - Foto: Dok. CDN

KARIMUN – Asosiasi Pengusaha Pelayaran Nasional (INSA) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menyiapkan tiga kapal cadangan, untuk melayani penumpang mudik Natal dan liburan Tahun Baru 2019.

“Setiap musim liburan, kita menyediakan kapal cadangan. Untuk libur Natal dan Tahun Baru 2019, kita menyiapkan tiga kapal yang siap berangkat sesuai kebutuhan,” kata Ketua DPC INSA Karimun, Bustami Datuk Raja Marah.

Bustami menyebut, tiga kapal cadangan tersebut disiapkan untuk mengangkut lonjakan penumpang, dari semua jurusan, baik dalam maupun luar negeri. Namun demikian, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kapal cadangan lebih sering digunakan untuk mengangkut lonjakan penumpang tujuan Provinsi Riau, seperti Dumai dan Buton. “Pokoknya kita sudah siap, intinya kapal cadangan ini disiapkan untuk mencegah kapal berangkat melewati kapasitas dan tidak ada penumpukan penumpang di pelabuhan,” ujarnya.

Bustami memperkirakan, puncak lonjakan penumpang terjadi pada Kamis (20/12/2018) hingga malam Tahun Baru. “Untuk jurusan Johor, Kukup, Malaysia kita perkirakan terjadi lonjakan. Soalnya, warga yang bekerja di Malaysia banyak yang pulang kampung merayakan Natal,” ujarnya.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Balai Karimun, telah menggelar rapat koordinasi pelayanan mudik Natal dan Tahun Baru 2019, bersama operator kapal dan seluruh aparat. “Kita berkoordinasi dengan TNI, Polri dan Basarnas demi kelancaran arus mudik Natal dan Tahun Baru 2019,” ujar Plt Kepala KSOP Tanjung Balai Karimun, Mappeati.

KSOP, juga mulai mendirikan posko pelayanan mudik Natal dan Tahun Baru 2019 mulai 18 Desember 2018. Diharapkan, pelayanan penumpang mudik selama Natal dan Tahun Baru 2019 berlangsung dengan aman, lancar dan bebas dari kecelakaan laut. Salah satu upaya yang dilakukan, dengan memastikan kelaiklautan seluruh kapal yang akan dioperasikan, antara lain dengan melakukan uji petik terhadap kapal-kapal yang akan berlayar. “Saat ini, seluruh kapal laik laut,” tandasnya.

Namun demikian dimbau, nakhoda tetap waspada dan memperhatikan kondisi cuaca, demi keselamatan penumpang. Kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, sementara perairan kerap dilanda angin kencang dan gelombang tinggi, membutuhkan kewaspadaan seluruh nakhoda kapal. “Nakhoda harus tetap memantau perkembangan cuaca dan terus berkoordinasi dengan syahbandar,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...