Jaga Harta Benda, Sebagian Warga Sebesi tak Ingin Dievakuasi

LAMPUNG SELATAN — Sebagian warga Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung tidak ingin dievakuasi dengan alasan lebih memilih untuk menjaga harta bendanya dan enggan meninggalkan rumahnya.

“Warga di dua pulau yaitu Sebesi dan Sebuku hampir mencapai 3.000-an. Yang baru dievakuasi sebanyak 1.616 jadi sisanya masih bertahan dengan alasan tidak ingin meninggalkan rumah dan menjaga harta bendanya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, I Ketut Sukerta, saat dihubungi melalui teleponnya di Lampung Selatan, Rabu malam (26/12/2018).

Menurut Ketut, pihaknya telah mencoba kembali berkoordinasi kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Pulau Sebesi terkait warga yang enggan dievakuasi. Rencana, besok (Kamis) pihaknya bersama instansi terkait akan kembali melakukan evakuasi kepada warga setempat.

“Kami dari BPBD terus berupaya selagi mereka ingin dievakuasi. Alhamdulillah setelah kami koordinasi, rencana besok warga akan kembali dievakuasi,” kata dia menerangkan.

Dihubungi terpisah, Humas Kantor SAR Lampung, Deny Kurniawan juga mengatakan bahwa masih ada warga Pulau Sebesi yang belum dievakuasi.

“Saya dapat informasinya bahwa masih ada warga di Pulau Sebesi. Mereka tidak ingin dievakuasi,” kata dia.

Sebanyak 1.500 warga dari Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku telah dievakuasi ke Kota Kalianda, Lampung Selatan, Provinsi Lampung untuk menghindari kemungkinan terjadinya tsunami susulan.

Pengungsi tersebut tiba di Pelabuhan Bakauheni, Rabu siang, kemudian dibawa menggunakan bus menuju Lapangan Tenis Indoor Kalianda Lampung Selatan. (Ant)

Lihat juga...