Jaga Sumber Daya Air, Galakkan Tanam Pohon Aren

Editor: Satmoko Budi Santoso

202

YOGYAKARTA – Pemerintah melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, terus mendorong penanaman pohon lokal aren di kawasan hutan rakyat Kabupaten Kulon Progo. Penanaman pohon lokal aren digalakkan sebagai upaya pelestarikan atau konservasi sumber daya air di kawasan tersebut. 

Pohon Aren sendiri dikenal sebagai tanaman produktif yang menghasilkan komoditas gula aren dari nira atau getah pohon, serta makanan kolang kaling yang diambil dari biji buahnya. Selain itu, pohon aren juga dikenal sebagai tanaman lokal yang mampu menyerap dan menyimpan air dalam jumlah tinggi. Sehingga sangat bagus untuk konservasi kawasan.

“Selain mendorong penanaman pohon produktif seperti sengon dan durian, beberapa tahun terakhir ini, kita juga mendorong kelompok tani hutan untuk menanam aren. Upaya ini kita lakukan dengan membagikan bibit pohon aren gratis pada warga. Khususnya di daerah Kulon Progo bagian utara seperti Kecamatan Kokap, Samigaluh, Pengasih, dan Girimulyo,” ujar Bejo, Penyuluh Kehutanan, Balai Sertifikasi Pengawasan Mutu Benih dan Proteksi Tanaman Kehutanan dan Perkebunan DIY, Rabu (5/12/2018).

Menurut Bejo, penanaman aren di kawasan Kulon Progo bagian utara dilakukan karena kawasan tersebut memiliki kontur wilayah pegunungan sehingga sangat cocok untuk tanaman aren.

Pohon aren sendiri dikembangkan dengan cara ditanam di sepanjang kawasan padanan sungai. Tujuannya adalah agar mampu menyimpan air saat musim penghujan, dan mendatangkan air saat musim kemarau mendatang.

“Aren ini kan tanaman lokal yang memiliki tajuk daun lebar  Sehingga mampu menerima air hujan dalam jumlah lebih banyak. Sangat bagus dalam menyimpan dan mendatangkan air,” katanya.

Meski merupakan tanaman lokal Kulon Progo, namun kecenderungan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani hutan saat ini enggan menanam aren. Hal itu karena banyak masyarakat yang lebih memilih menanam tanaman produktif lain seperti sengon dan durian. Padahal aren sebenarnya juga mampu menghasilkan komoditas bernilai jual tinggi seperti gula aren dan kolang kaling.

“Kita saat ini bahkan sudah memiliki asosiasi petani aren. Jadi petani hutan yang menanam aren tidak perlu khawatir memasarkan hasil produksi,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...