Jalan Lintas Sumatra Barat – Riau, Putus Akibat Longsor

Editor: Koko Triarko

PADANG – Hujan yang turun berkepanjangan sejak sore hingga Rabu (12/12) pagi hari, menyebabkan sejumlah kawasan di Sumatra Barat, longsor. Jalan lintas Sumatra Barat-Riau, bahkan kembali putus akibat longsor di kilometer 114, tepatnya Jorong Air Putiah, Lubuak Bangku, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. 

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatra Barat, Erman Rahman, mengatakan, longsor kembali terjadi, setelah terjadi di kawasan Jalan Panorama 2 Sitinjau Laut, pagi tadi, sore terjadi di Lubuak Bangku.

“Di Lubuk Banku, awalnya bisa dilalui kendaraan roda dua. Tapi dikhawatirkan sangat membahayakan, maka kita tutup sementara waktu. Untuk kondisi di jalan tertimbun longsor, ditangani oleh kepolisian setempat,” ujarnya, ketika dihubungi, Rabu (12/12/2018).

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatra Barat, Erman Rahman/ Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan, malam ini diperkirakan kendaraan sudah bisa melewati jalan tersebut, karena dari informasi yang ada, alat berat langsung diturunkan ke lokasi terjadinya longsor.

Sementara, longsor juga terjadi di Panorama 2 Sitinjau Laut, jalan Lintas Padang-Solok, Sumatra Barat, ketinggian material mencapai dua meter, dan panjang material menutupi jalan mencapai 30 meter.

“Jadi, longsor yang terjadi di Sumatra Barat ini, akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi, dengan durasi yang cukup panjang. Apalagi, di daerah itu merupakan rawan longsor,” ujarnya.

Terkait bencana longsor yang terjadi pagi tadi, Erman menyatakan ada satu unit mobil Toyota Avanza terseret material longsor. Namun, tidak ada korban jiwa akibat bencana itu.

“Di Panorama 2 Sitinjau Laut itu tadinya ada yang bantu dari Tim TRC Semen Padang. Jadi, jalan telah bisa dilewati pada siang tadi. Tapi, pengendara tetap diminta berhati-hati, lumpur bekas longsor bisa membuat jalan jadi licin,” sebutnya.

Kalaksa mengaku, kawasan Panorama 2 Sitinjau Laut memang terbilang rawan longsor. Apalagi, dengan adanya curah hujan yang cukup tinggi, sehingga membuat pengendara perlu berhati-hati melewati Panorama 2 Sitinjau Laut, di saat musim hujan.

Menurutnya, akses Solok – Padang ini merupakan satu-satunya akses jalan dari Bukittinggi – Padang, yang merupakan jalan alternatif, akibat putusnya akses jalan utama Bukittinggi – Padang, tepatnya jembatan di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara untuk di Lubuak Bangku, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, itu jalan penghubung Sumatra Barat – Riau, yang berada dekat menuju Kelok Sembilan.

BPBD mengimbau kepada masyarakat atau pun pengendara untuk ekstra hati-hati, saat melewati jalan di perbukitan. Karena dari informasi BMKG, potensi hujan masih terjadi hingga penghujung tahun.

“Iya, tadi saya terjebak macet, sampai lima jam. Tadi saya itu datang dari Bukittinggi. Ternyata ada longsor,” kata Vera, warga setempat.

Ia menjelaskan, longsor yang terjadi tersebut sempat mengakibatkan macet sepanjang 5 kilometer. Namun dengan adanya sistem buka tutup di saat pengerjaan pembersihan material, kemacetan berangsur berkurang.

Lihat juga...