Jalan Trans Papua Tidak Ditolak Masyarakat

Ilustrasi - Dok: CDN

BANDA ACEH – Jalan Trans Papua, yang direncanakan sepanjang 4.000 kilometer, ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, tidak ditolak oleh masyarakat Papua.

Tidak ada penolakan di satu titik pun di sepanjang jalan tersebut. “Tidak ada penolakan dari semuanya, tidak ada satu titikpun yang ditolak masyarakat,” kata Basuki di Banda Aceh, Sabtu (15/12/2018). Basuki mengatakan demikian, berkaitan dengan penyerangan terhadap pekerja proyek jalan Trans Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kepada pekerja dari PT Istaka Karya, yang menyebabkan jatuhnya belasan korban jiwa.

“Insiden ini hanya di Wamena, Habema, Kenya, Mamubu, 278 km. Sedangkan sisanya kan 3.500 km dan itu harus dicatat tidak ada penolakan,” tutur Basuki.

Atas insiden tersebut, pengerjaan proyek Jalan Trans Papua sempat terhenti. Namun Basuki mengatakan, pengerjaan akan kembali dimulai pada Januari 2019. Untuk itu, tingkat keamanan dijaminnya akan lebih baik. “Mulai lagi Januari nanti, ini karena kebetulan ada natal dan sebagainya, sambil menunggu kondisi disana tapi pak Wakapolri bilang ke saya bisa menjamin keamanan di kantor Wapres dengan penambahan personil di semua titik. Insya Allah akan kita mulai pelaksanaannya di awal Januari,” tuturnya.

Saat ini, di daerah itu tinggal mengerjakan penyambungan infrastruktur yakni jembatan, karena jalannya sudah rampung. “Itu karena memang jalannya sudah tersambung, saat ini tinggal pasang 35 jembatan, tinggal akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ucap Basuki.

Para pekerja jalan Trans Papua pada 2 Desember lalu, sehari setelah perayaan HUT OPM 1 Desember, diserang oleh KKB yang diduga adalah anggota OPM. Kejadian tersebut menyebabkan timbulnya korban 25 orang, terdiri dari 24 orang karyawan PT Istaka Karya dan satu orang pegawai PUPR.

Dimana, 17 diantaranya ditemukan tewas, 4 orang selamat dan 4 lainnya hingga kini masih dalam pencarian. Ke 25 orang ini tengah mengerjakan pembangunan jembatan di kali Yigi dan Aurak, yang merupakan bagian dari proyek pembangunan jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga. (Ant)

Lihat juga...