Jalur Jalasena, Ruang Interaksi dan Edukasi Warga Jakarta

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melaksanakan peletakan batu bersama atau groundbreaking jalur ‘Jalan Sehat dan Sepeda Santai’ (Jalasena) serta Penanaman Pohon Bersama untuk area kawasan Pantai Kita dan kawasan Pantai Maju di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (23/12/2018).

Anies menekankan bahwa kawasan pantai tersebut adalah kawasan terbuka yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, tanpa memandang strata sosial, ekonomi, dan sebagainya.

“Karena itulah peletakan batu pertama ini dimulai, sembari kita menyusun rencana tata ruang di tempat ini. Pesan utamanya, pantai ini tak lagi tertutup, tidak lagi eksklusif.  Pantai ini menjadi pantai milik semua warga Jakarta,” ujar Anies di lokasi.

Selain itu, Anies juga menekankan pembangunan kawasan pantai tersebut  sejalan dengan visi nasional Pemerintah Pusat untuk memulai pembangunan dari pinggir dan menghadap ke laut.

“Itu visi nasional kita. Karena itu, di Jakarta sekarang kita mulai babak baru. Di pantai ini, di Pantai Kita sekarang, di Pantai Maju, Insyaallah di tempat ini akan menjadi magnet kunjungan bagi warga dalam kegiatan keseharian,” ujarnya.

Lanjut Anies, Jalasena dibangun PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

“Saya merasa perlu tumbuhkan di Jakarta pengalaman kegiatan di tepi pantai. Kita ingin Jakpro juga fokus untuk keluarga. Jadi tidak hanya sepeda dan jalan santai, tapi juga bagi keluarga bapak dan ibu bawa anak serta bermain,” ungkapnya.

Menurut dia, nantinya pengunjung pantai tersebut tidak dikenakan biaya atau gratis.  “Biasanya masuk pantai di Jakarta bayar, di sini kita akan merasakan masuk pantai gratis,” kata dia.

Anies juga menginginkan pembangunan dapat berlangsung dengan cepat. Sehingga, pada 17 Agustus 2019, kawasan ini bisa menjadi tempat berlangsungnya Peringatan Hari Raya Kemerdekaan RI.

“Saya minta pembangunan Jakpro cepat, termasuk lapangan dan nanti bisa menjadi pusat perayaan 17 Agustus, tahun depan. Artinya April atau Mei sudah harus selesai,” tandasnya.

Tak hanya itu, kawasan ini juga akan dibangun sarana olahraga permainan, seperti yang ada di sekeliling Monas. Seperti lapangan voli, badminton, basket dan sebagainya.

Sementara, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Dwi Wahyu Daryoto, menyebutkan, setiap tahap pembangunan akan dilaporkan ke Pemprov DKI Jakarta.

“Jalur ini tidak hanya cocok untuk komunitas sepeda mountain bike (MTB) tapi juga jenis road bike dengan loops yang tidak kalah seperti di BSD,” ujar Dwi.

Dia menjelaskan, nantinya setiap Sabtu dan Minggu juga bisa untuk promo Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di area jogging, dan aneka ragam kuliner serta produk lain yang cocok dengan kegiatan berolahraga.

“Konsep kita smart city, nantinya, 10-15 tahun lagi satu kawasan bisa dikelola melalui teknologi dengan pasokan keamanan, listrik, dan limbah menggunakan teknologi mutakhir,” lanjutnya.

Dijelaskannya, Jakpro akan berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta perihal perizinan.

Diketahui, nama Jalasena diambil dari kata Sansekerta yang berarti Jala adalah laut dan Sena adalah penguasa.

Jalur Jalasena adalah fasilitas yang didedikasikan untuk umum, terbuka gratis, ruang interaksi, edukasi, dan keberimbangan manusia dengan alam. Jalur ini memiliki spesifikasi teknis sepanjang 7.667 meter dengan lebar 3 meter.

Terdapat dua jalur, yaitu pertama adalah jalur pejalan kaki dan disabilitas, serta kedua jalur pesepeda. Jalur ini pun dilengkapi dengan beragam prasarana untuk kepentingan publik, seperti dermaga nelayan, pasar tematik ikan, rumah ibadah, rusun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kantor pemerintah, dan restoran ikan.

Hadir dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Saefullah, Plt Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian Sri Haryati, Dirut PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto, Walikota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau, dan Anggota DPD RI Nono Sampono.

Lihat juga...