Jelang Liburan, Pengrajin Souvernir Jogja Siapkan Stok 5 Kali Lipat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Musim liburan akhir tahun, selalu menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha penjual souvernir atau oleh-oleh khas wisata. Tak terkecuali bagi para UKM pengrajin souvernir berbahan resin di Yogyakarta.

Souvernir Jogja
Tulakir, seorang pengrajin souvernir Jogja asal Klurak Baru, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Foto: Jatmika H Kusmargana

Setiap musim liburan, omset penjualan souvernir seperti gantungan kunci, asbak, hingga miniatur selalu meningkat. Hal itu juga dirasakan Tulakir, seorang pengrajin souvernir Jogja asal Klurak Baru, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

“Menghadapi musim liburan akhir tahun ini kita menyiapkan stok barang hingga 5 kali lipat. Jika biasanya sebulan kita memproduksi sekitar 1.000 buah souvernir, maka memasuki musim liburan ini kita siapkan stok hingga 5.000 buah,” ujar Tulakir.

Tulakir sendiri memproduksi berbagai macam jenis souvernir berbahan resin atau fiberglass, mulai dari gantungan kunci, asbak, patung hias, miniatur tugu, miniatur candi Prambanan, Borobudur, dan ratusan jenis souvernir lainnya.

Berbagai souvernir itu ia setor ke berbagai pedagang di sejumlah kawasan wisata seperti Malioboro, Kraton, Candi Prambanan hingga Candi Borobudur.

“Selain dikirim ke berbagai tempat wisata DIY, produk souvernir juga kita kirim ke luar daerah. Seperti Makassar, Banjarmasin, Bali hingga Lombok. Untuk jenis dan jumlahnya tergantung pesanan,” ujarnya.

Memiliki sebanyak sembilan orang karyawan, Tulakir sendiri mengaku tak jarang kewalahan untuk memenuhi permintaan pelanggan, khususnya setiap musim liburan. Hal itu tak lepas karena keterbatasan tenaga yang ada. Terlebih seluruh proses pembuatan dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan manusia.

“Satu orang tenaga (karyawan) dalam sehari paling banyak bisa menghasilkan 100-120 biji souvernir. Karena itu untuk menghadapi banyaknya pesanan kita biasanya menambah stok. Memang untuk pasar di dunia pariwisata ini tak ada habisnya. Permintaan selalu saja ada. Jadi berapapun souvernir yang kita produksi pasti terjual,” katanya.

Lihat juga...