Jelang Liburan, Siswa di Lampung Bersihkan Lingkungan Sekolah

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Jelang libur semester ganjil siswa SDN 1 Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan melakukan tradisi bersih kelas dan lingkungan sekolah.

Yohanes Widodo, Wali Kelas 5 mengatakan kegiatan bersih lingkungan sekolah menjadi kegiatan rutin siswa. Namun menjelang libur semester ganjil, libur Natal 2018 dan tahun baru 2019 pembersihan lingkungan sekolah dilakukan secara menyeluruh.

Semua siswa dan guru disebut Yohanes Widodo terlibat dalam kegiatan pembersihan lingkungan sekolah tersebut. Kegiatan pembersihan lingkungan sekolah diakui Yohanes Widodo sekaligus menjadi cara untuk memberi tanggungjawab kepada siswa.

Pada hari sebelumnya, kata Yohanes Widodo, siswa kelas 1 hingga kelas 6 telah diberi tugas untuk membawa sejumlah alat kebersihan. Alat kebersihan yang dibawa diantaranya sapu lidi, sapu ijuk, lap kaca, kain pel, ember serta sejumlah peralatan kebersihan lain.

Sesuai rencana pada Sabtu (21/12) siswa akan menerima buku rapor siswa semester ganjil. Setelah pembagian buku rapor siswa akan libur selama dua pekan hingga Minggu (6/1/2019) dan memasuki semester genap pada Senin (7/1/2019) mendatang.

Lingkungan sekolah yang akan ditinggalkan dalam waktu dua pekan disebutnya tetap harus dalam kondisi bersih. Pembersihan tersebut diakuinya dilakukan agar pada semester genap mendatang lingkungan sekolah tetap dalam kondisi bersih.

“Kelas serta lingkungan sekolah yang menjadi lokasi siswa melakukan kegiatan belajar mengajar bersama guru harus tetap dalam kondisi bersih meski akan ditinggalkan sementara waktu,” terang Yohanes Widodo saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (20/12/2018).

Yohanes Widodo menyebut upaya sekolah untuk menjaga kebersihan, keindahan juga melibatkan berbagai pihak. Khusus untuk kebersihan lingkungan berkaitan dengan kesehatan lingkungan sekolah juga melibatkan Puskesmas rawat inap Penengahan.

Pembersihan lingkungan sekolah juga dilakukan oleh sejumlah pemilik kantin sekolah. Keterlibatan orangtua yang membawakan peralatan kebersihan siswa diakui Yohanes Widodo sekaligus bentuk partisipasi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Yohanes Widodo – Foto: Henk Widi

Kepada para siswa selain pembersihan lingkungan pihak sekolah juga memberi tanggungjawab untuk membuat pagar taman. Pagar taman terbuat dari bambu tersebut dilakukan untuk menjaga sejumlah bunga dan pohon yang ditanam sebagai tanaman penghijauan.

“Para siswa secara gotong royong membawa bambu yang sudah dibelah selanjutnya membuat pagar untuk sejumlah tanaman penghijauan agar tidak dimangsa hewan ternak,”terang Yohanes Widodo.

Selain melakukan kegiatan pembersihan lingkungan sekolah, upaya menjaga kenyamanan sekolah juga dilakukan dengan menanam sejumlah pohon buah. Sejumlah pohon buah yang ditanam diakui Yohanes Widodo meliputi tanaman sirsak madu, mangga manalagi, jambu air, srikaya, kelengkeng serta pohon peneduh.

Meski sebagian pohon kerap menggugurkan daun penyebab halaman sekolah kotor. Sejumlah kotak sampah khusus untuk daun berguguran dari pohon sengaja disediakan dari sejumlah ember bekas cat.

Sugini, wali kelas 1 menyebut kegiatan pembersihan kelas secara rutin dilakukan siswa dengan jadwal khusus. Jadwal piket kebersihan diakuinya sudah dilakukan setiap hari secara berkelompok sesuai jumlah siswa.

Petugas kebersihan kelas yang menjadi tugas siswa diakuinya merupakan upaya mendidik siswa ikut bertanggungjawab atas kebersihan siswa. Menjelang libur kegiatan pembersihan sengaja dilakukan oleh seluruh siswa bersama guru secara serentak.

“Pembersihan lingkungan sekolah dilakukan agar siswa memiliki jiwa gotong royong dan kebersamaan sebelum liburan,” terang Sugini.

Melakukan pembersihan lingkungan sekolah disebut Sugini sekaligus mengajarkan siswa mandiri dalam menjaga kebersihan termasuk di rumah masing masing. Selain melakukan kegiatan pembersihan lingkungan Sugini sejak dini diajarkan mencintai lingkungan.

Para siswa disebutnya sejak kelas 1 diberi tanggungjawab membuat taman sekolah dengan tanaman bunga beraneka warna. Berbagai jenis tanaman bunga tersebut sebagian ditanam dalam pot, polybag untuk keindahan kelas dan halaman sekolah.

Lihat juga...