hut

Jelang Natal, Sanggar Musik Fanfare Keliling Hibur Warga Larantuka

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LARANTUKA — Kelompok sanggar musik Fanfare St.Sisilia paroki katedral Reinha Rosari Larantuka berkeliling membawakan lagu Natal dengan iringan alat musik dari atas mobil tronton.

“Kegiatan ini untuk menghibur masyarakat yang sedang bersiap menyambut hari raya Natal,” sebut Mikael Mukin, ketua panitia pementasan, Jumat (21/12/2018) malam.

Kelompok musik Fanfare ini, kata Mikael, terbentuk sejak dahulu dan masih ada beberapa pemain yang tersisa. Saat ini juga banyak anak muda yang terlibat, sebab harus ada regenerasi, sehingga sanggar tetap hidup dan terus berkarya.

Sanggar Fanfare terdiri dari musik tiup, band, penari, penyanyi, tari dan teater. Pementasan keliling kota dibagi menjadi dua hari, dimana hari pertama, Jumat (21/12/2018) dimulai dari kapela Tuan Ana, kelurahan Lokea hingga ke arah barat kota Larantuka hingga ke kelurahan Lamawalang.

“Pementasan dimulai pukul 5 sore dan biasanya berakhir jam 01.00 WITA. Malam kedua besok Sabtu (22/12/2018) sejak dari kelurahan Postoh hingga kelurahan Weri. Setiap kelurahan biasanya berhenti dan pentas di satu atau dua titik di pinggir jalan raya,” ungkapnya.

Di setiap kelurahan atau titik pemberhentian, jelas Mikael, dipentaskan empat lagu Natal. Hari pertama ada 16 titik, sementara hari kedua ada 10 titik pemberhentian.

Sering dipentaskan setiap tahun dan rutin, membuat masyarakat kota Larantuka sudah mengetahui dan antusias menyaksikan.

Ia mengharapkan, orang muda dapat tergerak meneruskan warisan ini, khususnya belajar memainkan alat musik tiup yang menjadi kebanggaan sanggar musik Fanfare. Saat ini anak muda yang bergabung di sanggar ini sudah ada belasan, baik di musik maupun penyanyi.

Musik Fanfare
Mikael Mukin ketua panitia pentas Natal keliling kota Larantuka. Foto : Ebed de Rosary
Selvi, salah seorang anak muda yang terlihat dalam pementasan menambahkan, biasanya di setiap pemberhentian dilakukan pembagian kado Natal kepada anak-anak.

“Kado Natal yang dibagikan kepada anak-anak dititipkan oleh orang tua. Nanti sinterklas yang akan membagikan kiriman. Anak-anak juga antusias sekali meski hingga tengah malam menunggu. Biasanya mereka tidur dahulu nanti kalau kami sudah tiba baru dipanggil bangun,” ujarnya.

Disaksikan Cendana News, semua penyanyi dan pemain musik berada di atas mobil pengangkut kontainer yang telah dipasangi tenda. Mereka tetap berada di atas mobil ini selama pementasan keliling kota Larantuka.

Meski sudah larut malam, anak-anak hingga lansia terlihat bersemangat menyaksikan pementasan dengan berdiri di pinggir jalan serta di kiri kanan mobil pengangkut para penyanyi dan pemain musik.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!