Jelang Natal, Stok Pangan di Singkawang, Aman

144

PONTIANAK  – Stok pangan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dipastikan aman menjelang Natal 2018, meskipun harganya diperkirakan tidak stabil dalam arti ada komoditas yang harganya naik.

“Misalnya bawang merah, harganya mulai naik. Setiap minggu harganya naik terus,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Singkawang, Triwahdina Safriantini, di Singkawang, Kamis.

Bahkan kenaikan bawang merah juga sudah terjadi sejak November hingga awal (minggu pertama) Desember karena bawang merah didatangkan dari luar Singkawang. Di sisi lain permintaan juga cukup tinggi sehingga terjadi mekanisme pasar. Di samping bawang merah, harga telur ayam juga diprediksikan akan naik menjelang Natal.

“Prediksi kami harga telur bisa mencapai Rp23 ribu per kilogram,” ujarnya.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menekan lonjakan harga terutama pada bawang merah antara lain Disperindag Singkawang berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Kalbar.

“Jika masalahnya sama, kami akan cari pemecahannya secara nasional di pusat. Apa yang menyebabkan harga bawang merah ini selalu naik,” ungkapnya. Biasanya untuk menekan lonjakan harga, pemerintah pusat membombardir komoditas yang mengalami kenaikan.

“Seperti pada bawang putih kemarin, pemerintah pusat langsung mengarahkan kepada agen besar untuk memasukkan bawang putih sehingga harganya dapat ditekan di pasaran,” jelasnya. Kalau bawang merah selalu mengalami kenaikan, pemerintah pusat akan mengarahkan seperti itu.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas. “Artinya pemakaian kebutuhan jangan terlalu berlebihan, tapi gunakanlah sesuai kebutuhan,” pintanya.

Sementara itu, Kasi Distribusi Barang dan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kota Singkawang, Helmi Aswandi, mengatakan, saat ini harga bawang merah dengan kualitas sedang berkisar Rp24 ribu – Rp25 ribu per kilogram.

“Minggu lalu harga bawang merah masih sekitar Rp22 ribu per kilogram. Kenaikan ini disebabkan, masa panen bawang merah telah usai, jadi harga sudah mulai bergerak naik,” kata Helmi.

Harga telur ayam, menurutnya, juga ada kecenderungan naik, karena di pasaran ada yang menjual antara Rp21 ribu – Rp22 ribu per kilogram.

“Bahkan sudah ada pedagang yang menjual Rp22 ribu per kilogram, normalnya biasa Rp21 ribu per kilogram. Kalau daging ayam, masih stabil dengan harga tinggi yakni di kisaran Rp35 ribu- Rp38 ribu per kilogram,” tuturnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...