Jelang Nataru, Harga Sejumlah Komoditas di Lamsel, Meningkat

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Jelang hari raya Natal 2018 dan tahun baru (Nataru) 2019, sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat di Lampung Selatan (Lamsel) mengalami kenaikan harga di pasar tradisional. Beberapa harga komoditas yang mengalami kenaikan diantaranya berbagai jenis sayuran.

Endang, salah satu pedagang sayuran di pasar tradisional Pasuruan menyebut, kenaikan harga sayuran dipengaruhi beberapa faktor. Faktor hujan yang melanda sebagian wilayah berimbas banjir membuat pasokan terhambat. Selain itu permintaan juga cukup tinggi dari masyarakat berimbas harga melonjak.

Endang menyebut, komoditas yang mengalami kenaikan signifikan di antaranya kentang, bawang merah, kol, cabai merah, wortel. Komoditas tersebut, diakui Endang, mengalami kenaikan cukup tinggi dibanding pekan sebelumnya.

Kentang yang biasanya dijual Rp12.000 per kilogram naik menjadi Rp14.000, cabai merah semula seharga Rp33.000 naik menjadi Rp35.000 per kilogram, kol semula Rp8.000 menjadi Rp9.000 per kilogram dan wortel dari semula Rp8.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

“Sejumlah komoditas yang naik dipasok dari luar daerah sehingga terpengaruh biaya distribusi sekaligus hujan deras. Membuat sejumlah akses jalan terimbas banjir. Pasokan tersendat, mempengaruhi harga jual,” terang Endang, salah satu pedagang di pasar tradisional Desa Pasuruan, saat ditemui Cendana News, Kamis (13/12/2018).

Selain komoditas sayuran yang dipasok dari wilayah Lampung Barat dan Tanggamus mengalami kenaikan, sejumlah barang juga mulai naik. Barang yang mengalami kenaikan di antaranya jenis tepung terigu. Per sak berisi 50 kilogram biasanya dijual Rp130.000 naik menjadi Rp200.000.

Gula pasir semula seharga Rp450.000 per sak naik menjadi Rp500.000 per sak. Telur dari semula Rp16.000 per kilogram naik menjadi Rp18.000 per kilogram, dan minyak goreng beberapa ukuran, naik berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000.

Bahan pembuatan kue yang dominan dipesan selain untuk merayakan Natal, oleh sejumlah masyarakat juga untuk hajatan. Mendekati musim libur anak sekolah dan libur panjang, ia menyebut, sejumlah kebutuhan pokok mengalami peningkatan permintaan.

Meski mengalami peningkatan harga dan permintaan, ia menyebut, stok barang cukup tersedia. Ia juga memastikan, meski tanpa ada operasi pasar, sejumlah barang yang dijual masih tersedia.

Pedagang sayuran lain bernama Kinanti, menyebut, meski sejumlah sayuran mengalami kenaikan, harga sayuran tetap stabil. Harga sayuran yang cukup stabil tersebut, diakuinya merupakan sayuran yang dihasilkan oleh petani lokal di wilayah Penengahan.

Beberapa jenis sayuran di antaranya sawi, kangkung, bayam, kacang panjang, terong dan jenis sayuran lain masih dijual dengan harga normal.

Kinanti (duduk) salah satu penjual sayuran di pasar tradisional Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Sawi per ikat dijual Rp2.000, kangkung per ikat Rp2.000, terong Rp3.000 per kilogram,bayam Rp3.000 per kilogram dan kacang panjang seharga Rp4.000 per ikat. Jenis kebutuhan lain di antaranya tomat seharga Rp8.000 per kilogram,timun Rp6.000 per kilogram.

Sejumlah sayuran tersebut diakui Kinanti merupakan pasokan dari petani lokal sehingga selalu dalam kondisi segar. Meski masih stabil sejumlah harga sayuran bisa berpotensi melonjak akibat hujan yang mengguyur wilayah Lamsel.

“Hujan membuat sejumlah wilayah banjir sehingga lahan sayuran terendam, berimbas pasokan bisa menurun dan harga melonjak,” beber Kinanti.

Yustina, salah satu ibu rumah tangga yang berbelanja mengaku, membeli sejumlah bahan untuk membuat kue. Persiapan Natal disebutnya dilakukan dengan membeli bahan kue beberapa hari sebelum Natal.

Meski mengalami kenaikan, ia mengaku, stok pada sejumlah toko tersedia seperti gula, terigu, telur. Kenaikan harga barang disebutnya masih berada pada level normal dan wajar akibat faktor cuaca.

Lihat juga...