Jelang Nataru, Harga Sembako di Singkawang Merangkak Naik

Ilustrasi - Telur - Dok: CDN

PONTIANAK — Dua minggu menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, sejumlah harga sembako di Kota Singkawang mulai mengalami kenaikan.

Kasi Distribusi Barang dan Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Kota Singkawang, Helmi Aswandi mengatakan, saat ini harga telur ayam sudah mencapai Rp24 ribu per kilogram.

“Kenaikan ini sudah terjadi sejak Jumat (7/12) kemarin. Dan diprediksi akan terus mengalami kenaikan hingga menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata Helmi saat dihubungi di Singkawang, Senin (10/12/2018).

Kemudian, untuk harga bawang merah saat ini masih sama dengan minggu lalu yakni sekitar Rp24 ribu per kilogram.

Lalu, harga tepung terigu juga ikut naik, yang biasanya hanya Rp8 ribu per kilogram, tapi sekarang sudah menjadi Rp8.500 per kilogram.

“Padahal tepung terigu ini termasuk komoditi yang terbilang stabil, tapi beberapa hari ini ikut mengalami kenaikan,” ujarnya. Menurut pengakuan para pedagang, katanya, kenaikan disebabkan masih tingginya harga dolar.

Untuk daging ayam, hingga sekarang masih stabil dengan harga tinggi yakni dikisaran antara Rp35 ribu sampai Rp38 ribu per kilogram.

Cabe rawit yang jenis cakra masih diharga Rp40 ribu per kilogram, cabe besar hijau Rp25 ribu per kilogram, ikan tongkol hitam dikisaran antara Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram, ikan gembong dikisaran antara Rp30 ribu -Rp35 ribu per kilogram.

“Harga ini terbilang masih stabil (normal) dan diharapkan tidak mengalami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.

Begitu juga dengan harga beras kelas medium masih dikisaran antara Rp13.500 sampai Rp14 ribu per kilogram. Sedangkan yang kelas lokal masih dikisaran antara Rp10.500 sampai Rp11 ribu per kilogram.

Daging sapi, lanjutnya, masih tetap diharga Rp120 ribu per kilogram. Kemudian, kentang masih dikisaran antara Rp14 ribu – Rp15 ribu per kilogram. [Ant]

Lihat juga...