Jelang Tahun Baru, Penjual Jagung Bermunculan di Bogor

BOGOR — Menjelang pergantian tahun, penjual jagung bermunculan di sejumlah pasar tradisional Kota Bogor, Jawa Barat, bahkan pedagang musiman menjual jagung di pinggir jalan yang ramai lalu lalang orang.

Roy (45) pedagang hortikultura atau sayur di pasar tumpah Jl MA Salmun, menyebutkan jagung paling banyak dibeli saat malam pergantian tahun.

“Sudah tradisi kalau malam tahun baru, biasanya kumpul-kumpul keluarga sambil bakar-bakar jagung, jadi banyak yang nyari kalau dah tahun baruan,” kata Roy saat ditemui, Minggu (30/12/2018)

Roy yang sehari-hari berjualan bermacam sayur sejak 20 tahun silam, memanfaatkan momen pergantian tahun untuk menjual jagung dalam jumlah lebih dari biasanya.

Hari-hari biasa ia juga menyediakan jagung tetapi untuk sayur, jagung tersebut sudah dikupas kulitnya. Jumlah jagung yang dibeli juga tidak banyak, sekitar satu karung atau dua.

Khusus untuk malam pergantian tahun ini, Roy memesan lebih banyak, yakni lima karung atau sekitar lima kwintal. Jagung dibeli dari Pasar Induk Kemang. Jagung untuk tahun baru biasanya dijual terpisah dari jagung untuk sayur. Dijual masih dalam kondisi terbungkus kulit tanpa dikupas. Sedangkan jagung untuk sayur sudah dikupas.

“Jagung yang sudah dikupas Rp10 ribu se kilo, kalau yang belum dikupas Rp8 ribu per kilogram (kg),” kata Roy.

Pembeli jagung yang kebanyakan perorangan, rata-rata membeli satu kilo sampai lima kilogram. Ada juga yang membeli lebih dari lima kilogram, biasanya mahasiswa atau kelurahan.

Lihat juga...