Jelang Tahun Baru, Penjual Jagung Bermunculan di Bogor

248

BOGOR — Menjelang pergantian tahun, penjual jagung bermunculan di sejumlah pasar tradisional Kota Bogor, Jawa Barat, bahkan pedagang musiman menjual jagung di pinggir jalan yang ramai lalu lalang orang.

Roy (45) pedagang hortikultura atau sayur di pasar tumpah Jl MA Salmun, menyebutkan jagung paling banyak dibeli saat malam pergantian tahun.

“Sudah tradisi kalau malam tahun baru, biasanya kumpul-kumpul keluarga sambil bakar-bakar jagung, jadi banyak yang nyari kalau dah tahun baruan,” kata Roy saat ditemui, Minggu (30/12/2018)

Roy yang sehari-hari berjualan bermacam sayur sejak 20 tahun silam, memanfaatkan momen pergantian tahun untuk menjual jagung dalam jumlah lebih dari biasanya.

Hari-hari biasa ia juga menyediakan jagung tetapi untuk sayur, jagung tersebut sudah dikupas kulitnya. Jumlah jagung yang dibeli juga tidak banyak, sekitar satu karung atau dua.

Khusus untuk malam pergantian tahun ini, Roy memesan lebih banyak, yakni lima karung atau sekitar lima kwintal. Jagung dibeli dari Pasar Induk Kemang. Jagung untuk tahun baru biasanya dijual terpisah dari jagung untuk sayur. Dijual masih dalam kondisi terbungkus kulit tanpa dikupas. Sedangkan jagung untuk sayur sudah dikupas.

“Jagung yang sudah dikupas Rp10 ribu se kilo, kalau yang belum dikupas Rp8 ribu per kilogram (kg),” kata Roy.

Pembeli jagung yang kebanyakan perorangan, rata-rata membeli satu kilo sampai lima kilogram. Ada juga yang membeli lebih dari lima kilogram, biasanya mahasiswa atau kelurahan.

Tahun lalu, penjualan jagung tahun baru cukup banyak, Roy mampu menjual empat sampai lima ton jagung. Berbeda dengan tahun ini, penjualan jagung lebih sepi dari sebelumnya.

“Tahun ini sepi, kalau tahun lalu bisa habis empat ton, tahun sekarang belum jelas,” katanya.

Menurutnya, sepinya penjualan jagung dari tahun sebelumnya, dikarenakan banyaknya bencana yang terjadi sehingga masyarakat lebih memilih liburan di rumah dari pada merayakan tahun baru.

Tetapi Roy optimistis, hari ini dan besok penjualan jagung meningkat dari hari sebelumnya. Sehingga ia dapat menikmati keuntungan dari penjualan jagung tersebut.

Tuti (58), salah satu pembeli jagung menyebutkan akan merayakan tahun baru bersama keluarga di rumah secara sederhana sambil acara bakar jagung.

“Sudah tradisi yah, biasanya kita kumpul-kumpul di rumah utama, keluarga saya ada 10 orang, kami silaturahmi sambil bakar jagung dan liat kembang api,” kata Tuti.

Menjelang malam pergantian tahun ini penjual jagung dapat ditemukan di mana-mana, di pasar tradisional, dan di warung-warung kecil, bahkan di jalan-jalan perumahan. Seperti Indraprasta, Bangbaru dan Bantarjati. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...