Jenazah Korban KKB Papua Tiba di Medan

173
Ilustrasi - Dokumentasi CDN

MEDAN – Jenazah pahlawan pembangunan Trans-Papua, korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, atas nama Jepri Simaremare, tiba di Bandara Kualanamu Internastional, Deliserdang, Sumatera Utara, Sabtu (8/12/2018).

Jenazah tiba Pukul 07.55 WIB, di kargo Bandara Kualanamu, setelah diberangkatkan dari Jakarta menggunakan pesawat Citilink QG 10. Selanjutnya Pukul 08.05 Wib, jenazah diberangkatkan dari Kualanamu ke rumah duka di Desa Belutu Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai, menggunakan ambulans melalui jalur darat.

Jenazah dari Jakarta didampingi Waldispen Sirait, Aipda Selamat Tanjung (Polres Timika), Idris (PT Istaka Karya) dan Anindita (Kementerian BUMN). Sementara yang menyambut di kargo Bandara Kualanamu Danramil 23/BRG beserta anggota Koramil. Jepri Simaremare adalah, satu dari 16 korban yang jenazahnya dikirim dari Timika Papua dan tiba pada Jumat (7/12/2018) sore di Lanud Sultan Hasanuddin menggunakan pesawat Hercules A 1331.

Dari 16 korban penembakan hanya 14, yang diturunkan di Lanud Sultan Hasanuddin. Dua lainnya diterbangkan ke Jakarta, untuk dibawa ke kampung halaman di Medan, Sumatera Utara dan ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara itu, jenazah Emanuel Beli Bano Naektias, warga NTT yang menjadi korban penembakan KBB di Papua, dijadwalkan tiba di Bandara El Tari Kupang, pada Sabtu (8/12/2018) sore. Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Fernandez, mengatakan, Dirinya akan hadir untuk menjemput kedatangan jenazah Emanuel. “Akan tiba dengan maskapai penerbangan Lion Air dari Makassar,” katanya.

Saat ini, Bupati Timur Tengah Utara, sudah berada di Kota Kupang, bersama dengan ibu dan adik kandung dari Emanuel. Keluarga korban saat ini tengah menginap di mes TNI AU, di Lanud El Tari Kupang. Orang nomor satu di kabupaten TTU itu menyampaikan rasa duka yang mendalam, atas kejadian yang menimpa warganya. Menurutnya, pemerintah sudah berusaha untuk membangun Papua. Namun upaya tersebut, dikotori oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Sebelummya diberitakan, ada dua orang warga NTT yang menjadi korban penembakan. Namun satu berhasil melarikan diri, bernama Ayub Maudeng, yang merupakan warga Kupang. Informasi terakhir yang diperolah menyebut, Ayub saat ini sudah berhasil diselamatkan. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...