Jogja Miliki Perpustakaan Baru di Wilayah Selatan Kota

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Sejumlah masyarakat yang tinggal di wilayah sisi selatan ibu kota provinsi ini menyambut positif dibukanya Perpustakaan Alternatif Selatan (Pevita) yang terletak di Jalan Meyjen Sutoyo No 32 Yogyakarta.

Perpustakaan Alternatif Selatan
Salah seorang pemustaka Pevita, Mayrina Santi. Foto: Jatmika H Kusmargana

Perpustakaan milik Dipersit Kota ini dibuka sejak 15 November 2018 lalu, untuk mengakomodasi pemustaka yang selalu membludak di Perpustakaan Kota Yogyakarta, Kotabaru.

Meski baru sekitar satu bulan lebih dibuka, namun Pevita sudah dikunjungi ratusan pengunjung setiap harinya. Mayoritas anak-anak sekolah maupun mahasiswa. Meski begitu, tak sedikit pula, masyarakat umum yang berkunjung ke perpustakaan ini.

Salah seorang pemustaka, Mayrina Santi mengatakan, dibukanya Pevita ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat wilayah selatan dengan perpustakaan. Pasalnya selama ini mayoritas berada di wilayah Jogja bagian utara.

“Agar mereka tidak terlalu jauh untuk bisa mengakses perpustakaan. Apalagi di Kotabaru sudah sangat penuh,” katanya.

Menempati lahan seluas lebih dari 500 meter, Pevita memiliki sejumlah layanan sebagaimana sebuah perpustakaan modern. Selain terdapat layanan internet/wifi gratis, juga memiliki ruang baca, diskusi, hingga ruang baca khusus anak.

“Untuk koleksi buku, ada ribuan. Sebagian berasal dari perpustakaan Kotabaru yang dipindahkan ke sini. Sebagian lain pengadaan baru. Jenisnya juga bermacam. Mulai dari buku anak, filsafat, agama, sosial sejarah hingga sastra,” katanya.

Dilengkapi dengan ruang ber-AC yang nyaman, pengunjung juga dapat mengusulkan buku bacaan yang diinginkan melalui sistem informasi perpustakaan. Jam layanan Pevita ini pun juga sangat longgar. Yakni setiap hari, mulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 03.30 WIB dini hari.

“Namun untuk layanan dalam berupa peminjaman buku hanya sampai pukul 23.00 WIB. Sedangkan layanan luar seperti internet gratis, dan gazebo sampai pukul 3.30 dini hari,” ujarnya.

Selama musim libur sekolah ini, pihak perpustakaan juga menerapkan jam layanan internet gratis bagi anak-anak sejak pagi hari.

Salah seorang pengunjung, Ajeng, Mahasiswa, mengaku menyambut baik dibukanya Pevita. Ia menilai warga yang tinggal di sisi selatan Jogja tak perlu jauh-jauh ke Kotabaru untuk bisa menikmati layanan perpustakaan kota.

“Dulu saya selalu ke perpustakaan Kotabaru untuk mengerjakan tugas kuliah. Sekarang bisa disini, jadi lebih dekat. Selain itu disini juga lebih nyaman dan kondusif karena pengunjung tidak membludak seperti di Kotabaru,” ujar gadis yang tinggal di Mantrijeron ini.

Salah satu kendala yang ada mungkin hanyalah terkait masalah lahan parkir yang terbilang masih sempit dan hanya cukup untuk menampung puluhan sepeda motor saja. Sejumlah pengunjung pun berharap agar lahan parkir diperluas seiring semakin ramainya Pevita.

Lihat juga...