Juara Bertahan Raih Kemenangan di Proliga 2019

Editor: Koko Triarko

244
Tim putri Jakarta Pertamina Energi meluapkan kegembiraan, setelah menaklukkan BJB Pakuan. -Foto: Sodik

YOGYAKARTA – Juara bertahan putra dan putri, meraih kemenangan pada seri pembuka Proliga 2019 di Yogyakarta. Juara bertahan putri Jakarta Pertamina Energi mengalahkan Bandung Bank bjb Pakuan, 3-0, (25-15, 25-22, dan 25-23) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018).

Laga pertama tersebut sekaligus merupakan ulangan final musim lalu. Saat itu, Pertamina Energi juga menang atas Bank bjb Pakuan sekaligus meraih trofi juara.

Jakarta Pertamina Energi, sesungguhnya mengawali laga dengan apik. Mereka mengakhiri set pertama dengan 25-15. Namun pada set kedua, Bank bjb Pakuan mampu memberi perlawanan. Meski demikian, Pertamina Energi tak terbendung dan unggul tipis 25-22.

Di set ketiga, pertarungan tidak kalah ketat. Sempat saling mengejar poin dan Bank bjb Pakuan mampu mengejar ketinggalannya. Sayangnya, mereka gagal mempertahankan performa dan dipaksa menyerah 23-25.

Pelatih Pertamina Energi, Muhammad Ansori, mengungkapkan timnya memang ngotot memenangkan laga perdana. Menurutnya, laga tersebut menjadi kunci menuju final four.

“Laga ini menjadi kunci menuju final four. Bila mengawali dengan hasil baik, pemain tentu kian termotivasi. Berapa pun poinnya, kami harus menang, karena ini memudahkan kami ke final four. Ini juga menjadi bahan evaluasi. Pemain melakukan banyak kesalahan di set awal. Ini yang harus diperbaiki di laga selanjutnya,” kata Ansori.

Menurut Ansori, tim lawan tetap diperhitungkan, meski bermaterikan pemain muda. “Mereka tak bisa dianggap enteng. Ini menunjukkan, bila pemain muda Bank bjb Pakuan harus diperhitungkan,” jawabnya.

Sementara pelatih Bank bjb Pakuan, Teddy Hidayat, mengakui risiko yang harus diambilnya saat mengandalkan pemain muda di kompetisi yang ketat. Apalagi, mereka masih butuh adaptasi.

“Mereka masih demam panggung. Selain itu, pemain butuh adaptasi dengan suasana dan penonton. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka,” kata Teddy.

Di bagian putra, juara bertahan putra, Surabaya Bhayangkara Samator, juga berhasil meraih kemenangan atas Palembang Bank SumselBabel 3-0 (25-22, 25-16, 25-17).

Di laga tersebut, Bank SumselBabel hanya memberi perlawanan di set pertama. Pada dua set berikutnya, Surabaya Samator tak kesulitan mengatasi lawannya.

Pelatih Surabaya, Samator Ibarsjah Djanu Tjahjono, mengaku puas dengan kemenangan perdana timnya. Menurut dia, keberhasilan tersebut bisa diraih, karena timnya mampu mengembangkan permainan dari serangan balik yang dilakukan oleh lawan.

“Ini sudah sesuai target, yaitu meraih kemenangan di laga perdana. Kami memang berusaha mencari poin yang banyak. Servis kami juga bagus, karena tingkat keberhasilan mencapai 70 persen. Tak masalah, bila lawan masih bisa mengambilnya,” ujar Ibarsjah.

Sementara, pelatih Bank SumselBabel, Pascal Wilmar, mengaku anak asuhnya bermain di bawah tekanan. Akibatnya, mereka tidak mampu mengembangkan permainan.

Baca Juga
Lihat juga...