Jumlah UKM di Kota Bekasi Meningkat

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Sepanjang 2018, jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Bekasi mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Data UKM Produk binaan Pemertintah Kota Bekasi, menyebut saat ini ada 2.866 UKM.

Sedangkan jumlah UKM di bidang Jasa di Kota Bekasi selama 2018, berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang disampaikan ke Dinas Koperasi dan UKM, mencapai 204.075. Sedangkan tahun sebelumnya, jumlah UKM sektor jasa hanya 175.205.

Secara keseluruhan, untuk UMKM produk dan jasa di Kota Bekasi totalnya mencapai 206.941. UMKM di bidang jasa, meliputi perbengkelan, panti pijat, warung, kursus-kursus, menjahit dan servis elektronik.

Herawan, Kasi Pembiayaan Usaha Mikro dan Fasilitasi Usaha Kecil Dinas Koperasi UKM Kota Bekasi. -Foto: M Amin

“Pertumbuhan UKM di Kota Bekasi meningkat, jika pada 2017 jumlah UMKM binaan Pemkot Bekasi sebanyak 2.667, mengalami kenaikan 200 UKM,” kata Herawan, Kasi Pembiayaan Usaha Mikro dan Fasilitasi Usaha Kecil Dinas Koperasi UKM Kota Bekasi, kepada Cendana News, Selasa (18/12/2018).

Dikatakan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, dalam memakismal pengembangan UKM, secara berkala  selalu memfasilitasi melalui pelatihan dengan mendatangkan akademisi.

Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan untuk menambah keterampilan pelaku UKM. Selain itu, juga menyiapkan tempat pameran produk, seperti galeri khusus.

Hal lain, lanjut Herawan, Diskop UKM juga memberi dana bergulir yang difasilitasi melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah, milik Pemerintah Kota Bekasi. Selama 2018, dana disiapkan untuk Koperasi dan UKM mencapai Rp17 miliar.

“Dana bergulir dikhususkan hanya bagi UKM binaan. Dengan kisaran pinjaman diberikan mulai Rp5 juta sampai Rp100 juta untuk UKM. Sedangkan Koperasi mulai Rp20 juta sampai Rp200 juta,” jelas Herawan.

Ada pun persyaratan untuk mendapatkan dana bergulir pertama, harus memilki KTP Kota Bekasi, menjadi binaan Diskop UKM. Untuk menjadi binaan Diskop UKM, harus meminta surat keterangan kelurahan setempat, keterangan usaha dan domisili kecamatan, foto dan contoh produk.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, akan dilakukan verifikasi faktual di lapangan. Hal tersebut untuk lebih meyakinkan, bahwa benar usahanya ada.

Sedangkan untuk dana nonjaminan, akan mendapat dana bergulir mulai Rp5 juta sampai Rp10 juta, dengan sistem kelompok dengan jumlah 5 sampai 9 orang, dan diberikan dengan sistem tanggung renteng.

“Dana bergulir untuk tahun 2019, dipastikan meningkat. Hal ini karena pengembalian pinjaman cenderung baik,” pungkas Herawan.

Lihat juga...