hut

Kabupaten dan Kota Bekasi, Sepakati Pembangunan Perbatasan

Editor: Mahadeva WS

BEKASI – Kabupaten dan Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), sepakat membangun kawasan perbatasan. Kedua kepala daerah menyetujui perbaikan kawasan perbatasan, yang dituangkan dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU), di kantor Bupati komplek Deltamas, Cikarang, Jumat (21/12/2018).

Di dalam MoU, kedua daerah menyepakati solusi pembangunan infrastruktur di perbatasan. “Kita ingin komitmen membangun di perbatasan dua wilayah dilaksanakan secara bersama. Sehingga, wilayah perbatasan bisa lebih baik lagi,” ujar Plt Bupati Bekasi, Eka Supriya Atmaja.

Kesepakatan antara Pemkab dan Pemkot Bekasi, diantaranya membangun Gapura disetiap pintu masuk kedua wilayah. Kemudian, pembangunan infrastruktur seperri jalan, akan segera diperbaiki. Eka memyebut, baru beberapa poin yang disepakati kedua wilayah. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan pada persoalan lain dan akan tetap dituangkan dalam kesepakatan lanjutan.

Masih banyak yang mesti dikerjakan secara bersama antara kedua wilayah tersebut. “Tentunya, dengan adanya penandatanganan kesepakatan dua wilayah, bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Bekasi secara keseluruhan,” tandasnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, menyebut, kota merupakan saudara muda Kabupaten, sejak adanya pemisahan menjadi dua wilayah. Kerjasama yang disepakati saat ini, menjadi jalan pembuka, menyusun strategi pembangunan perbatasan.  Ke depan, apa yang telah disepakati akan ditindaklanjuti masing-masing dinas terkait, baik kabupaten maupun kota, untuk bersinergi memajukan kawasan perbatasan.

“Banyak hal sebenarnya yang belum terselesaikan dalam kurun waktu pemekaran lalu. Termasuk persoalan aset PDAM, jalan dan lainnya,” tukasnya.

Mengenai pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi, yang dulu melayani seluruh warga Bekasi, sebelum pemekaran Kota Bekasi dilakukan. Saat ini, Kota Bekasini sudah memiliki PDAM Tirta Patriot, yang kondisinya juga sudah berkembang. Pemisahan aset PDAM ini, adalah untuk warga. Sampai saat ini, upaya tersebut belum terealisasi. Di Kota Bekasi, ada 2,7 juta penduduk yang masih menggunakan PDAM Tirtabhagasi.

Persoalan perbatasan lainnya adalah, masalah banjir. Dimana penanganannya harus melibatkan kedua wilayah. Tetapi saat ini, melalui pendekatan Gubernur Jabar yang berlangsung begitu intens, memfasilitasi kedua wilayah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Kesepakatan yang telah dilakukan antara Kabupaten dan Kota Bekasi, adalah proses ingin memajukan daerah-nya masing masing. “Semua ingin ada keseimbangan, kota maju, kabupaten maju, warga lah yang diuntungkan,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com