Kadisdik Sumbar tak Ingin Ada Protes Akibat Kebijakan Kepsek

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, Burhasman/ Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Kepala Sekolah (Kepsek) memiliki peranan yang sangat besar terhadap kualitas, serta semua potensi yang ada di sekolah. Sehingga, emiliki peran dan tanggung jawab terhadap sekolah tersebut.

“Kalau tidak diberi arahan, mana tahu kepala sekolahnya ada yang merasa ragu-ragu mengantarkan sekolah ke jalan seperti apa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, Burhasman, usai Rapat Koordinasi (Rakor) Intern Bidang Pendidikan bagi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB), Kamis (27/12/2018).

Menurutnya, rakor tersebut perlu dilakukan, guna memberikan arahan dan pemahaman kepada para kepala sekolah, khususnya kepala SMK dan SLB.

Rapat Koordinasi Interen Bidang Pendidikan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, didampingi Kepala Bagian Perencanaan, Drs. Djondri Busafril, Kepala Bidang Pembinaan SMK, Drs. Syofrizal B, MT serta Kepala Bidang Pembinaan SLB, Irman.

Burhasman menyampaikan, sekolah merupakan unit pelaksana teknis, yaitu unit melaksanakan kebijakan teknis. Persoalan teknis tersebut bisa disampaikan melalui edaran, keputusan dan rapat koordinasi. Untuk itu, ke depan jangan ragu dalam membentuk kebijakan.

Ia menyebutkan, dalam pelaksanaan teknis tersebut, banyak sekali kebijakan, yaitu ada standar pelayanan minimal, standar pendidikan, kurikulum 13, program, kebijakan-kebijakan, integrasi.

Semua kebijakan teknis pada bidang pendidikan ini, Kadisdik mengharapkan kepada kepala sekolah harus melihatnya dalam satu kesatuan, dan tidak boleh terpecah, baik secara internal maupun teknis manejerial, termasuk juga mendayagunakan potensi yang ada di sekolah.

Lihat juga...