Kadisdik Sumbar tak Ingin Ada Protes Akibat Kebijakan Kepsek

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, Burhasman/ Foto: M. Noli Hendra 

“Saya tidak ingin ada lagi persoalan protes orang tua murid akibat dari kebijakan yang dibuat oleh kepala sekolah. Sekarang kan sudah jelas, kalau mau membuat kebijakan berpijak pada aturan yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Rakor, Ibrahim, mengatakan, kegiatan rapat koordinasi interen bidang pendidikan itu, merupakan tindak lanjut rapat kerja yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, sesuai dengan komitmen dibuat, yaitu sekolah membuat Rencana Penyusunan dan Anggaran Jangka Menengah ( RAPJM ), Rencana Kerja Tahunan, Rencana Kerja Sekolah.

Menurutnya, dengan adanya rencana yang dibuat tersebut, akan lahir kegiatan-kegiatan dalam rangka pencapaian standar pelayanan minimal, dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

“Ada 142 kepala SMK dan SLB yang ikut tergabung dalam rakor tersebut,” ucapnya.

Dikatakannya, untuk memberikan pengetahuan seputar kebijakan, terutama yang berhubungan dengan teknologi informasi, Disdik menghadirkan pihak dari perusahaan teknologi ternama.

“Apa pun yang kita kerjakan ini, selalu berhubungan dengan teknologi. Jadi, kita dari panitia menilai menghadirkan perusahaan teknologi adalah upaya yang tepat, untuk diterima pengetahuannya oleh para kepala sekolah yang hadir,” ungkapnya.

“Intinya, ke depan setelah adanya rakor ini, akan ada evaluasi, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para kepala sekolah dalam pemanfaatan teknologi dalam mengambil kebijakan,” tegasnya.

Lihat juga...